Jakarta | rakyatmedan – Kerentanan yang ada dalam WhatsApp dimanfaatkan untuk pemasangan spyware. Sejumlah peneliti keamanan menganjurkan pengguna segera memperbarui aplikasi.

Para pelaku kejahatan siber dapat mengeksekusi kode sembarangan dalam aplikasi WhatsApp. Tindakan tersebut bisa menyebabkan para pelaku tidak bertanggung jawab mendapatkan akses ke berbagai data yang disimpan dalam memori perangkat.

“Informasi terbaru menunjukkan pelaku kejahatan siber memanfaatkan beberapa kerentanan termasuk kerentanan zero-day untuk iOS, dan serangan tersebut adalah multi-stage di mana memungkinkan pelaku kejahatan siber mendapatkan pijakan pada perangkat dengan menginstal aplikasi spyware di atasnya,” kata Anti-malware Expert di Kaspersky Lab Victor Chebyshev dalam keterangannya, Kamis (16/05/2019).

Kerentanan ini terbilang berbahaya karena mengeksploitasi, baik perangkat iOS dan Android. Untuk memblokir kerentanan, pengguna dianjurkan segera memperbarui aplikasi.

“Kami mengajak semua pengguna sesegera mungkin menginstalasi pembaruan yang baru dirilis pada perangkat lunak Anda untuk memblokir kerentanan yang dieksploitasi oleh malware,” ujarnya.

Senada dengan para peneliti keamanan di Kaspersky Lab, Chairman lembaga keamanan siber CISSReC Pratama Persada juga mengimbau kepada seluruh pengguna agar segera memperbarui sistem.

Spyware tidak hanya mampu mencuri data pengguna, tapi juga bisa mengambil alih sistem operasi. Bahkan, konon bisa menginfeksi saat korban mengangkat panggilan WhatsApp dari nomor penyerang.

Sementara itu, WhatsApp sendiri telah mengeluarkan patch untuk menutup celah keamanan tersebut. Layanan pesan milik Facebook ini sayangnya tidak mengetahui berapa banyak ponsel yang terinfeksi spyware. (rm/in)