Medan | rakyatmedan – Pemko Medan menurunkan Tim Pelaksanaan Pembinaan, Pengawasan dan Pengendalian (Binwasdal) untuk menertibkan tempat usaha hiburan dan rekreasi yang beroperasi selama bulan suci Ramadhan 1440 H di seluruh wilayah Kota Medan, Kamis (16/05/2019) malam. Tim ini diturunkan untuk memberikan rasa tenang dan nyaman kepada umat Muslim yang tengah menjalan ibadah puasa.

Dalam melakukan penertiban, Tim Binwasdal yang terdiri dari unsur Pemko Medan melalui OPD terkait, Kodim 0201/BS, Polrestabes Medan, Denpom I/5, Kejari Medan, Polrestabes Medan serta TNI AU tersebut dibagi menjadi 4 tim, masing-masing tim beranggotakan 23 orang sehingga penertiban yang dilakukan berjalan efektif dan maksimal.

Tim I ditugaskan melakukan penertiban di wilayah Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Johor, Medan Amplas, Medan Baru, Medan Polonia dan Medan Maimun. Lalu Tim II bertugas di wilayah Medan Belawan, Medan Marelan, Medan Labuhan dan Medan Deli.

Selanjutnya, wilayah Medan Timur, Medan Perjuangan, Medan Tembung, Medan Denai, Medan Area dan Medan Kota menjadi fokus penertiban Tim III. Sedangkan Tim IV melakukan penertiban di wilayah Medan Helvetia, Medan Barat, Medan Petisah, Medan Sunggal dan Medan Selayang.

Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Asisten Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Khairul Syahnan melepas keempat tim untuk melakukan penertiban didampingi Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono, Kasatpol PP H M Sofyan, Kadis Sosial Sutan Endar Lubis serta Kabag Humas Ridho Nasution.

Sebelum melepas, Syahnan berpesan agar melaksanakan tugas dengan tanggung jawab dan penuh keikhlasan.

Di samping itu penertiban yang dilakukan harus secara persuasif dan sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku.

“Penertiban yang kita lakukan ini merupakan salah satu bentuk pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat. Dengan penertiban yang dilakukan ini, semoga umat Islam di Kota Medan dapat merasa lebih, tenang, nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa,” kata Syahnan.

Sebelumnya, Kasatpol PP Kota Medan HM Sofyan mengingatkan kepada seluruh Tim Binwasdal bahwasannya penertiban yang dilakukan guna memastikan apakah pengusaha industri hiburan di Kota Medan telah mematuhi Surat Edaran Walikota Medan terkait penutupan sementara selama bulan Ramadhan.

“Apabila tempat usaha hiburan yang didatangi terbukti melanggar Surat Edaran Walikota, lakukan tindakan secara terukur dan mengacu kepada peraturan dan ketentuan berlaku. Tidak tertutup kemungkinan ada rasa keberatan dan perlawanan yang dilakukan saat penertiban dilakukan, kita berharap rekan-rekan dari unsur TNI dan Polri dapat mengantisipasinya. Mari sama-sama kita laksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab,” pesan Sofyan.

Usai pemberian arahan, keempat tim pun langsung dilepas. Masing-masing tim menjalankan tugas sesuai dengan lokasi yang telah ditetapkan. Satu persatu tempat usaha hiburan disisiri guna memastikan mereka melaksanakan Surat Edaran Walikota tersebut.

Dari hasil penyisiran yang dilakukan, secara umum tempat usaha hiburan seperti karaoke, bar, diskotik, panti pijat serta oukup umumnya tutup kecuali yang masuk dalam fasilitas hotel berbintang.

Tim hanya menemukan satu kafe yang beroperasi di kawasan Jalan Abdullah Lubis beroperasi dengan menampilkan live music. Atas temuan tersebut tim yang dipimpin Kasi Pengembangan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Medan Bagindo Uno Harahap langsung mendatangi penanggung jawab A Dua Coffe dan minta agar live music dihentikan.

“Kafe silahkan beroperasi selama bulan Ramadhan tapi tidak disertai dengan live music. Kita harapkan ini tidak dilakukan lagi, jika kedapatan lagi akan kita tindak sesuai dengan peraturan dan ketentuan berlaku,” tegas Uno.

Hingga lewat tengah malam, tim tidak ada menemukan tempat usaha yang beroperasi maupun menyalahi Surat Edaran Walikota. Oleh karenanya Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono menyampaikan apresiasinya kepada pengusaha tenpat usaha hiburan yang telah mendukung penuh dan melaksanakan Surat Edaran Walikota.

“Kita harapkan kondisi ini dapat dipertahankan sepanjang bulan suci Ramadhan. Begitu pun penertiban akan terus kita lakukan hingga berakhirnya bulan puasa. Apabila kita temukan ada yang melanggar langsung ditindak sesuai peraturan yang berlaku,” tegas Agus. (rm-05)