Medan I rakyatmedan – Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof Dr Dian Armanto mengimbau seluruh sivitas akademika termasuk mahasiswa menerima hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Hal ini sejalan dengan imbauan dan pernyataan sikap bersama dicetuskan para rektor dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Sumut dalam menyikapi tensi politik yang memanas pasca pemungutan suara.

“Siapapun yang terpilih, maka itulah yang terbaik bagi bangsa Indonesia,” ujar Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Dr Dian Armanto di sela buka bersama pimpinan PTS di kantor LLDikti Wilayah I Jalan Sempurna Tanjung Sari Medan, Senin (20/5/2019).

Dian mengakui, mahasiswa yang memiliki ‘tenaga besar’ butuh tempat untuk mengungkapkan dan menyalurkan perasaan dan pikirannya. Salah satunya melalui demo, berbuat dan mengajak orang untuk hal yang baik, berkreasi dan sebagainya.

Untuk itu Dian juga mengimbau kepada seluruh insan sivitas akademika, untuk memberikan kesempatan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) melaksanakan tugas dan fungsinya sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan hingga pengumuman resmi hasil Pemilu nantinya.

Dia berharap seluruh insan sivitas akademika menghindari diri dari perbuatan yang sifatnya melanggar norma-norma agama, hukum, moral, provokatif dan perbuatan lainnya yang dapat mengganggu kerukuran kehidupan bermasyarakat.

Diakuinya, pihaknya tidak bisa melarang mahasiswa berdemo di luar lingkungan kampus dan tak ada sanksi, karena begitu keluar dari kampus, mereka adalah anggota masyarakat.

Berbeda jika di dalam kampus, mahasiswa memang dilarang untuk kegiatan politik dan kampanye.

Diingatkannya, ika ada pihak-pihak dari kalangan civitas akademika maupun mahasiswa yang tetap inginmenyampaikan pendapat, pihaknya tidak akan menghalangi. Namun ia mengimbau agar hal tersebut tetap dilakukan dengan mematuhi aturan yang berlaku.

“Demo boleh, tapi ada jalan yang bisa ditempuh secara hukum dan juga legal. Tak perlu dirisaukan terhadap hasil yang akan diumumkan karena ada jalur yang bisa ditempuh untuk mencari penyelesaiannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Dia melihat sampai saat ini belum ada demo dilakukan mahasiswa PTS di Sumut dan berharap mahasiswa bisa menerimanya.

Selain itu, penyelenggara Pemilu pun diharapkan melakukannya dengan adil, jujur, dan transparan sehingga hasilnya bisa diterima oleh orang banyak.

Diakuinya, masyarakat was-was menjelang pengumuman resmi hasil Pilpres dan Pileg 22 Mei 2019 mendatang. Namun dia meyakini dengan adanya pernyataan sikap pimpinan PTN dan PTS ini, peristiwa yang dikhawatirkan itu tak akan terjadi.

LLDikti Wilayah I Sumut menilai itu bisa menjadi pertanda demokrasi yang semakin baik.

“Ini adalah pembelajaran bagi semua orang, bagi masyarakat dan mahasiswa,” pungkasnya.

Sementara itu, ustad Muhammad Syafi’i Harahap S.Ag dalam tausiyahnya menjelang berbuka puasa menuturkan, lebih mudah beramal ibadah daripada menjaga amal ibadah.

Dia menyebutkan salah satu contohnya adalah manusia suka membeberkan kebaikannya, sehingga hilanglah pahala kebaikan. Menurutnya, hal itu mengakibatkan sifat ria dalam beribadah.

Berbuka puasa untuk menjalin silaturahmi antara pimpinan PTS di lingkungan LLDikti Wilayah I Sumut itu rutin digelar setiap tahun.

Hadir disitu sejumlah unsur pimpinan PTS, staf dan pegawai LLDikti Wilayah I, serta Ketua Pengurus DWP (Dharma Wanita Persatuan) LLDikti Wilayah I Erna Lindiawati Dian Armanto dan para anggota. (rm-04)