Medan I rakyatmedan -Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional (Divre) I Sumatera Utara (Sumut) siapkan stok beras sebanyak 61.000 ton di bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1440 Hijriah di 2019 ini.

“Jumlah stok sebanyak 61.000 ton tersebut sudah tersebar di seluruh wilayah Sumut. Bahkan Bulog pun stok beras aman sampai 6 bulan ke depan,” kata Kepala Bulog Divre I Sumut, Basirun di Gudang Bulog Jalan Mustafa Medan, Rabu (22/5/2019).

Menurutnya dengan jumlah stok sebesar itu mampu memenuhi kebutuhan sampai 6 bulan ke depan dan malah lebih. Ini lantaran operasional Bulog di bulan-bulan biasa hanya 3000 sampai 5000 ton.

“Artinya kalau saya gelontorkan 15.000 ton pun, satu bulan gak ada masalah,” tukasnya.

Sedangkan untuk stok daging beku juga aman dimana persediaan daging beku saat ini diklaim ada sebanyak 15 ton di gudang.

“Ada juga stok daging beku perjalanan dari Jakarta sehingga total semuanya menjadi 43 ton,” katanya.

Menurutnya stok daging beku sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan permintaan masyarakat maupun kebutuhan paket sembako di pasar murah. Begitu juga dengan stok minyak goreng ada 60.000 liter.

Basirun mengungkapkan, saat ini pihaknya juga fokus pada paket-paket sembako yang bekerja sama dengan pihak instansi dan gelaran pasar murah. Paket-paket tersebut yang berisikan beras premium dan medium, gula, tepung dan daging beku.

“Pasar murah juga akan kita gelar yang bekerjasama Pemerintah Provinsi Sumut bersama BI pada 24 Mei jam 8 pagi. Di mana paket-paket itu bulog yang menyediakan,” ujarnya.

Dalam pasar murah ini juga ada mobile untuk penukaran uang sehingga masyarakat yang butuh uang dan mau belanja sembako itu ada di kantor gubernur tepatnya Halaman Balai Kota, Kantor Gubernur Sumut.

Sementara itu untuk produk lain pihaknya sudah koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), kemudian Satgas Pangan, BI khususnya dalam menjaga ketersediaan pasokan serta harga di pasar.

“Pada moment tahunan ini kami ingatkan masyarakat bahwa pasokan cukup sehingga tidak perlu panik kemudian memborong kebutuhan yang kadang bisa menyebabkan harga menjadi naik,” ujarnya

Dijelaskannya pemerintah daerah, TPID dan Satgas Pangan, BI dan Bulog bersama-sama saling berkomunikasi dan memantau pasar untuk ketersedian pasokan kelancaran distribusi yang menjadi urgensi semua pihak.(rm-04)