Medan I rakyatmedan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan akan meningkatkan manfaat santunan kematian kerja dari Rp24 juta menjadi Rp42 juta.

“Rencana kenaikan santunan tersebut akan dituangkan dalam revi0si Peraturan Pemerintah Nomor 44 Tahun 2013 tentang Jaminan Kematian,” kata Asisten Deputi Bidang Kebijakan Program JKK-JKM BPJS Ketenagakerjaan, dr Suci Rahmad
di Hotel Grand Mercure Medan, Selasa (21/05/2019)

Menutut Suci dalam gathering stakeholder dan mitra strategis sekaligus buka puasa nersama BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Sumbagut Tahun 201 menyebutkan, peningkatan santunan tersebut merupakan salah satu upaya BPJS Ketenagakerjaan untuk memberikan manfaat sebaik-baiknya kepada seluruh pekerja

Bahkan saat ini kata Suci, tak hanya pekerja lokal yang bisa mendapatkan manfaat jaminan sosial tenaga kerja, pekerja migran juga akan mendapatkan manfaat dari program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Dalam kesempatan ini, BPJS Ketenagakerjaan pun berharap Revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program JKK dan JKM segera disahkan.

Disebutkannya selain penambahan manfaat bagi pekerja, juga ada bantuan kegiatan program promotif/presentif, layanan pengaduan 175 serta layanan cepat tanggap.

Pada kegiatan buka puasa sama itu, kata Suci, Ramadan sebagai momentum meningkatkan ketaqwaan, kesalehan sosial dan mempererat silaturahmi dalam mewujudkan kinerja berkualitas di tahun 2019.

Senada dikatakan Deputi direktur wilayah BPJS Ketenagakerjaan, Umardin Lubis, untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dan meningkatkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan, telah dilakukan kerjasama dengan Kajari dan Kajati.

“Setiap pelanggaran dilakukan perusahaan kepada tenaga kerjanya, seperti tidak mendaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan akan dibantu Kajari dan Kajati untuk penyelesaiannya.

Umardin juga mengungkapkan BPJS Ketenagakerjaan akan merevisi santunan kematian dan santunan beasiswa untuk anak peserta BPJS Ketenagakerjaan yang meninggal.

Untuk santunan beasiswa, BPJS Ketenagakerjaan akan meningkatkan perhitungan skema santunan.

“Jika saat ini, BPJS Ketenagakerjaan memberikan santunan kepada anak peserta yang meninggal sebanyak Rp12 juta untuk satu orang anak, maka diubah menjadi dua orang anak dan besaranya bertahap hingga perguruan tinggi,” jelasnya.

Dalam PP yang baru ini, sambungnya, dua orang anak diberikan beasiswa hingga lulus perguruan tinggi dengan besarannya bertahap dari SD, SMP, SMA, sampai perguruan tinggi.

“Jadi yang kuliah kita berikan 12 juta per tahun untuk beasiswanya, ini peningkatan luar biasa tanpa peningkatan iuran,” ungkapnya

Peningkatan manfaat tersebut juga salah satu upaya untuk mendorong penambahan jumlah kepesertaan BPJSKetenagakerjaan.

Sebab, saat ini jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan hingga 2019 baru 41 juta dari 91 juta angkatan kerja yang kategori layak menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Diharap melalui revisi ini, saat pekerja tidak lagi mampu bekerja0, keluarga tidak terpuruk dalam kemiskinan. Pendidikan anak tetap bisa dilanjutkan,” tukasnya. (rm-04)