Medan I rakyatmedan – Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Syawal Gultom MPd mengatakan, prestasi yang diperoleh Unimed untuk membangun perguruan tinggi negeri (PTN) ini lebih baik lagi.

“Prestasi itu tidak lepas dari tim atau kelompok yang memiliki pemikiran jernih. Selain itu juga kerja sama dan kerja keras dilakukan oleh seluruh civitas akademik Unimed,” kata Prof Syawal Gultom usai berbuka puasa bersama di Biro Rektor Unimed, Kamis (23/05/2019).

Prof Syawal mengungkapkan bagaimana membangun komunitas, berawal dari pemikiran jernih. Bermula dari pola pikir yang bagus.

“Kita berkumpul dan saling mengisi. Kalau mencurigai antara kelompok atau orang, itu tidak bisa menhahsilkan yang baik ,” kata Prof Syawal.

Selain kerja keras, Syawal menyebutkan prestasi yang diraih juga berkat doa dan ikhtiar. Pastinya, kesuksesan dan prestasi diraih atau dicapai ada campur tangan Allah SWT didalamnya.‎

Ia menyebutkan berkualitas harus disertai dengan norma-norma agama menjadi landasannya.

“‎Untuk membangun institusi, sampai tukang sapunya harus tahu. Bahwa berkualitas itu, bukan dilihat dari mata. Tapi, harus dilihat dari nafsu, akal dan iman,” ungkap Prof Syawal.

Pada bulan Ramadhan ini, Syawal berpesan untuk meningkatkan ketaqwaan dengan tujuan terus memperbaiki diri menjadi manusia beriman. Ibadah puasa ini lah melatih diri menjadi lebih baik lagi.‎

“Kalau tidak percaya, bagaimana mau berpuasa. Makanya, dipanggil puasa orang yang percaya. Kalau puasa membuat dia taqwa bisa dia kerjakan itu. Bermula dari percaya itu, betapa sulitnya, mereka mengerjakannya,” tutur Syawal.

Acara berlangsung di Biro Rektorat Unimed dihadiri Rektor Unimed, Prof Dr Syawal Gultom MPd, para Wakil Rektor, para Guru Besar Unimed, Dekan, Dosen dan civitas Unimed.

Prof Dr Syawal Gultom mengatakan, Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah yang diberikan manusia.

“Puasa diwajibkan bagi kita (umat Islam) bagi orang-orang yang percaya. Dalam menjalani bukan lah mudah. Kita manusia yang diciptakan memiliki 3 hal, yakni akal, nafsu dan iman, harus mampu dikendalikan selama bulan Ramadhan ini,” ujar Rektor.

Selama sebulan penuh, lanjutnya, kita harus mampu mengendalikan tiga hal tersebut untuk dapat menuju kemenang, yakni meningkatnya ketaqwaan kepada Allah SWT.

Sementara Ustdz Dr Achmad Zuhri Lc MA dalam tausiyahnya menyampaikan, Ramadhan adalah momentum perubahan.

“Dengan momentum Ramadhan ini diharapkan kita dapat membentuk karakter manusia yang lebih baik lagi dalam pengendalian diri,” ungkapnya. (rm -04)

.