Medan I rakyatmedan – Seluruh sivitas akademika Universitas Dharmawangsa (Undhar) memanfaatkan momentum bulan puasa ramadan yang penuh berkah dan ampunan untuk terus meningkatkan keimanan dan ketaqwaan diri.

“Hal ini terutama dalam pembinaan mental dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” kata Rektor Undhar Dr Kusbianto SH MHum usai berbuka puasa bersama bersama Ketua Yayasan Pendidikan Dharmawangsa Medan H Muzakkir SE di kampus Jalan Yos Sudarso Medan, Senin (27/5/2019).

Menurut rektor, puasa di bulan ramadan membantu pembentukan karakter dan ajang latihan menjadi diri yang sabar, memaafkan dan bertaqwa.

“Sehingga setelah lebaran nanti, insan-insan sivitas akademika Universitas Dharmawangsa lebih bertanggung jawab atas kinerjanya memajukan visi dan misi universitas,” tuturnya.

Menurutnya hal ini sejalan dengan tantangan industri 4.0 yang menuntut lulusan dan dosen tidak hanya cerdas intelegensia namun cerdas spritual.

“Apalah artinya kecanggihan teknologi berbasis kemampuan duniawi tanpa didukung kemampuan spritual. Harus seimbang antara pembangunan fisik dan rohani terutama berkaitan dengan spritual,” tukasnya

Menurutnya itulah yang membedakan umat islam dengan negara di dunia Barat. Ditegaskannya, modernisasi tidak hanya bersifat kebendaan saja tapi juga internalisasi keimanan dan ketaqwaan juga menjadi modal utama agar manusia berdedikasi di hadapan agamanya.

Karenanya, buka puasa bersama ini selain meningkatkan tali persaudaraan antara pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dekan, dosen dan mahasiswa, maka seluruh sivitas akademika dituntut menjadi manusis berkualitas di bidang keilmuan spritualitas khususnya kerohanian.

Kusbianto juga memaparkan bahwa krisis moral dan kepercayaan masyarakat terhadap bangsa dan negara ini dikarenakan sudan menipisnya rasa keimanan kepada sang penciptanya.

Sikap rohani dan perbuatan anarkis sering dilakukan umat manusia disebabkan tidak taat dan takut akan dosa yang dilakukannya.

Bukan itu saja, dampak pesta demokrasi Pemilu terutama Pilpres 2019 ini juga memberikan pengaruh besar terhadap politik, ekonomi, hukum, sosial dan keamanan nasional.

“Kita melihat banyak kejadian yang rentan terjadap pelanggaran yang menyimpang dari aturan dan norma-norma hukum yang berlaku hanya dikarenakan perbedaan pendapat dan pilihan di Pemilu tersebut,” jelasnya.

Untuk itu di akhir ramadanl, Kusbianto mengimbau kepada seluruh sivitas akademika untuk melakukan perubahan diri dan pembenahan mental, sehingga di Hari Raya menjadi insan-insan yang suci dan bekerja lebih baik kedepannya menjadikan Universitas Dharmawangsa ini lebih maju dan berkembang. (rm-04)