Jakarta | rakyatmedan – Sebanyak 517 narapidana di Indonesia beragama Islam akan langsung bebas setelah mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman Idul Fitri 1440 H. Sementara total yang memperoleh remisi 112.523 narapidana.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan, remisi khusus dalam rangka Idul Fitri adalah hak narapidana yang beragama Islam dan telah memenuhi persyaratan administratif serta substantif, misalnya berkelakuan baik dan minimal telah menjalankan masa pembinaan selama 6 bulan.

“Ini adalah reward bagi narapidana yang telah patuh pada aturan dan berkelakuan baik,” ujar Sri Puguh Budi Utami, Selasa (04/06/2019).

Dia menyebutkan, melalui layanan pemasyarakatan berbasis teknologi informasi, pemberian remisi menjadi lebih cepat dan akurat. Sistem itu mencegah penyalahgunaan wewenang, mempermudah pemantauan, serta meningkatkan transparansi dan kepastian hukum.

Sementara, Direktur Bina Narapidana dan Latihan Kerja Produksi Ditjen Pemasyarakatan, Junaidi mengatakan, pemberian remisi khusus Idul Fitri tahun ini diharapkan dapat memotivasi narapidana-narapidana untuk selalu berkelakuan baik dan mematuhi aturan yang ditetapkan di lapas atau rutan (rumah tahanan).

“Remisi diharapkan mendorong sikap optimisme narapidana menjalani pidananya, agar menyadari kesalahan, tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum, dan kembali hidup di tengah masyarakat sebagai manusia mandiri yang bermanfaat bagi dirinya, keluarga dan masyarakat,” kata Junaidi.

Pada Idul Fitri kali ini, tiga wilayah dengan jumlah penerima remisi terbesar adalah Jawa Barat sebanyak 13.245 narapidana. Kemudian, Jawa Timur sebanyak 12.614 narapidana dan Sumatera Utara dengan penerima remisi 12.595 narapidana.