Sinai | rakyatmedan – Sebuah pos pemeriksaan di Semenanjung Sinai, Mesir, diserang bom, Rabu (05/.6/2019). Akibatnya, delapan polisi Mesir tewas.

Pihak berwenang menyebut serangan itu diklaim oleh kelompok ISIS. Mereka menyebut gerilyawan membunuh delapan personel keamanan di sebuah pos pemeriksaan di sebelah barat El-Arish, ibukota wilayah Sinai Utara yang bergolak.

“Elemen teroris menargetkan pos pemeriksaan di barat El-Arish pagi ini,” bunyi pernyataan kementerian dalam negeri, seperti dilaporkan AFP, Kamis (06/06/2019).

“Baku tembak menewaskan lima teroris dan delapan polisi menjadi martir.”

Beberapa gerilyawan melarikan diri dan pasukan keamanan memburu mereka.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di media sosial propagandanya, Amaq, ISIS menyatakan para pejuangnya meluncurkan dua serangan pada dua pos pemeriksaan polisi di El-Arish.

Disebutkan, pejuangnya membunuh beberapa petugas dan menghancurkan tank sebelum meninggalkan daerah itu.

Kelompok gerilyawan itu menyebut satu pos pemeriksaan sebagai Al-Sabil, yang dikonfirmasi oleh sumber keamanan.

ISIS menyatakan serangan itu bertujuan merusak upaya pemerintah Mesir selama bertahun-tahun untuk mencap bahwa kota itu aman.

Tidak disebutkan apakah ada militan yang terbunuh.

Satu sumber keamanan mengatakan kepada AFP, dua gerilyawan berhasil membajak dua tank milik Pasukan Keamanan Pusat, satu pasukan di bawah kendali kementerian dalam negeri. (rm/in)