Medan I rakyatmedan-Tiga mahasiswi Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) me!akukan gebrakan inovatif dan kreatif dengan mendirkan bank sampah.

Ketiga mahasiswi itu yakni Srinawaty Girsang, Nanda Yulia Sihotang, dan Lastri Arleta Sihite bertekad mendirikan bank sampah sebagai bentuk kepedulian lingkungan.

“Sebagai bentuk kepedulian dalam menyelamatkan lingkungan dari masalah sampah, khususnya sampah plastik, kami mengajak dengan mensosialisasikannya kepada guru dan siswa SMA/SMK Karya Bunda,” kata Srinawaty Girsang di SMA/SMK Karya Bunda Jalan Kapten Batu Sihombing, Deli Serdang, Sabtu (15/6/2019).

Diakuinya apa yang mereka lakukan ini sebagai generasi muda memang masih hal kecil demi menyelamatkan lingkungan yang saat ini masih fokus pada sampah plastik. Sebab dari 100 persen sampah, sebanyak 17 persennya berasal dari sampah plastik.

“Jika masalah sampah plastik ini tidak diatasi, maka lingkungan pun akan tercemar,” ujarnya.

Dalam mensosialisasikan manfaat bank sampah kepada guru dan siswa SMA/SMK Karya Bunda, pihaknya menganjurkan siswa agar membawa sampah dari rumah masing-masing ke sekolah.

Bahkan guru di sekolah itu turut membantu mengumpulkan sampah plastik yang dibawa siswa yang hasilnya dikumpulkan itu ditimbang serta dicatat di buku tabungan. Selanjutnya sampah tersebut dihitung nilai rupiahnya berdasarkan berat/kilo.

Srinawaty menjelaskan, bank sampah yang mereka dirikan berprinsip “trash to cash”. Maksudnya, dari sampah bisa menghasilkan uang tunai.

Disebutkannya program ini baru sebulan dan sekolah Karya Bunda merupakan yang pertama dalam kerjasama menjalankan program bank sampah.

Mahasiswi Prodi Akutansi Perpajakan itu juga menyebutkan, setiap siswa memiliki buku tabungan dan sampah yang ditabung ditimbang dan dihargai dengan sejumlah uang.

Sedangkan Nanda Yulia Sihotang menambahkan, aktivitas yang mereka lakukan untuk mengajak siswa cinta dan peduli lingkungan.

“Saat ini walau libur sekolah, kegiatan mengumpul sampah tak berhenti. Ada kesepakatan, tiap minggu kami datangi ke rumah siswa yang rumahnya kebanyakan memang berdekatan dengan sekolah. Malah kami juga menjemput sampah tersebut ke sekolah ini,” tuturnya.

Disebutkannya, sampah plastik yang dikumpulkan untuk saat ini masih berjenis botol dan cup. Harga masing-masing jenisnya berbeda, berkisar antara Rp3.500 hingga Rp9 ribu per Kg.

“Botol plastik dihargai Rp4.500 per kg, sedangkan yang cup Rp8.500 per kg,” sebutnya mencontohkan.

Di buku tabungan itu pun tercantum jenis dan nilai dari botol plastik bening ukuran 600ml, botol plastik berwarna, botol plastik bening 300 ml, aqua cup bening bersih, aqua cup bening kotor, dan cup berwarna.

Nanda menjelaskan, kendati saat ini mereka masih fokus pada masalah plastik, ada kemungkinan kedepannya juga akan menangani masalah sampah organik yang bisa diolah menjadi pupuk.

Rencananya, kata Nanda, dalam dua bulan ke depan pihaknya akan bekerjasama dengan sekolah lain.Sebab kegiatan bank sampah ini berkelanjutan kendati nanti mereka telah menyelesaikan kuliah.

“Kami masuk ke kampus Politeknik WBI untuk menjadi entrepreneur, apalagi memang ada mata kuliah kewirausahaan. Ini kegiatan socialpreneur. Inilah usaha kami, implementasi dari mata kuliah selama ini,” tuturnya seraya menegaskan ide bank sampah itu diangkat bukan sebagai tugas kampus, namun untuk berwirausaha.

Direktur Politeknik WBI Aldon MHP Sinaga SP MMA mengapresiasi gagasan dan tindakan dilakukan mahasiswinya.

“Banyak orang ribut masalah sampah, tapi hanya bisa cakap. Padahal kalau ada tindakan nyata, pasti bisa mengurangi sampah plastik sekian persen,” ujarnya.

Menurutnya, daripada berkoar-koar tanpa ada tindakan, lebih baik melakukan aksi untuk diri sendiri.

“Dimulai dari yang kecil dari sekarang, dan dari diri sendiri dulu,” ujarnya.

Aldon menilai bank sampah yang didirikan Srinawaty Girsang, Nanda Yulia Sihotang, dan Lastri Arleta Sihite itu adalah salah satu alternatif untuk memecahkan masalah sampah dan ikut berpartisipasi melestarikan lingkungan.

Sedangkan Selviana, siswa SMA Karya Bunda mengaku senang bisa berpartisipasi bersama kawan-kawannya menyelamatkan lingkungan.

Dia menyatakan tidak merasa malu untuk mengumpulkan botol-botol plastik bekas di rumahnya agar sampah-sampah itu tidak diabaikan.
( rm-04)

Teks foto:
Srinawaty Girsang dan Nanda Yulia Sihotang bersama siswi-siswi SMA/SMK Karya Bunda saat pengumpulan botol plastik bekas di sekolah itu Jalan Kapten Batu Sihombing, Deli Serdang.