Dubai | rakyatmedan – Negara-negara Teluk memasuki musim panas pada pekan pertengahan Juni 2019. Namun sebelum masuk, suhu di beberapa negara sudah mencapai rekor tertinggi.

Dilaporkan Gulf News, suhu di Kuwait pada 8 Juni 2019 mencapai rekor tertinggi yakni 63 derajat Celsius. Catatan suhu itu sebenarnya merupakan yang terpanas di dunia, namun badan meteorologi PBB, World Meteorological Organization (WMO), belum memasukkannya ke dalam catatan rekor.

Catatan suhu tertinggi itu mengemuka setelah seorang pria ditemukan meninggal akibat mengalami heatstroke pada Senin (10/6/2019) atau 2 hari pascapaparan suhu ekstrem.

Laporan surat kabar Al Rai mengungkap, polisi dan petugas medis mendapat laporan adanya seorang pria sakit dari warga sekitar. Saat petugas tiba, pria itu dinyatakan sudah meninggal.

Hasil pemeriksaan forensik menyebut, korban meninggal akibat paparan sinar matahari dengan suhu ekstrem.

Catatan suhu 63 derajat Celsius itu diambil di bawah paparan langsung sinar matahari, sementara di tempat teduh 52,2 derajat Celsius.

Di Arab Saudi, rekor suhu terpanas tercatat 55 derajat Celsius di Al Majmaah. Situs cuaca Arab Saudi mengungkap, gelombang panas juga akan terjadi di Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab, disertai dengan tingkat kelembaban udara yang tinggi.

Para ahli memprediksi suhu ekstrem akan terus berlangsung di musim panas yang diprediksi dimulai pada 21 Juni 2019.

Sementara itu para ahli meteorologi di Kuwait memprediksi suhu panas ekstrem akan mencapai rekor pada Juli 2019, di mana suhu bisa mencapai 68 derajat Celsius di bawah paparan langsung matahari. (rm/in)