Medan |  rakyatmedan – Kementerian riset dan teknolgi tinggi (Kemenristekdikti) melalui Lembaga Layanan Pendidikan (LLDikti) Sumut menutup 22 perguruan tinggi swasta (PTS) Sumut. Sehingga jumlahnya saat ini kian berkurang menjadi 247 dari yang sebelumnya 269 institusi.

“Ditutupnya ke 22 PTS itu berkaitan dengan tidak dipenuhinya peraturan dan ketentuan syarat yang berlaku,” ungkap Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara Prof Dian Armanto, kemarin di kantor Jalan Sempurna Tanjung Sari Medan usai halal bi halal keluarga besar LLDikti Wilayah I dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) LLDikti Wilayah I Sumut.

Menurut Dian Armanto penutupan PTS itu selain belum dipenuhinya masalah lahan sebagai salahsatu syarat dan ketentuan yang berlaku juga akibat tidak ada mahasiswa dan masih terjadi konflik antara yayasan dengan pimpinan PTS serta beberapa faktor lainnya.

Dian juga menyebutkan faktor lain penutupan PTS itu karena adanya penggabungan atau merger dan perubahan bentuk menjadi universitas, sekolah tinggi dan institut serta rekomendasi yayasan untuk penutupan PTSnya.

Berdasarkan data per Juni 2019 tercatat ke 22 PTS itu yang ditutup itu yakni Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi, Akbid Eunice Rajawali Binjai, Politeknik Profesional Mandiri, Politeknik Trijaya Krama, Akubank Swadaya Medan, Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan, Akademi Keperawatan (Akper)Takasima Kabanjahe, Akademi Kebidanan (Akbid)Takasima Kabanjahe, Akbid Bina Sejahtera Ameta Medan dan Akbid Sari Mutiara serta Akper Sari Mutiara yang bersatu menjadi Universitas Sari Mutiara Indonesia.

Demikian juga dengan beberapa PTS lainnya yang ditutup karena pindah kampus seperti Universitas Dian Nusantara (pindah ke Jakarta), Universitas Pelita Harapan dengan status Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Faktor lain terjadinya penutupan itu akibat alih kelola seperti Universitas Sisingamangaraja dan beberapa sekolah tinggi berubah bentuk menjadi universitas seperti STIE Harapan, STBA Harapan, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Harapan, Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Harapan.

Kemudian STT Poliprofesi dan Politeknik Poliprofesi (bersatu menjadi Institut Teknologi dan Bisnis Indonesia)

Perubahan bentuk juga terjadi di Akademi Farmasi Indah Deli Serdang, Akbid Indah Deli Serdang, Akper Indah Deli Serdang menjadi Sekolah Tinggi Kesehatan Indah Deliserdang.

Sedangkan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Logika melakukan merger atau bergabung ke Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Logika.

Demikian juga halnya dengan Akbid Helvetia dan Akper Helvetia disatukan menjadi Institut Kesehatan Helvetia Medan.

Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Royal disatukan menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Royal

Sementara itu Akademi Refraksi Optisi Binalita Sudama, Akper Binalita Sudama dan Akademi Teknik Elektro Medik Binalita Sudama disatukan menjadi STIKes Binalita Husada.

Akademi Perekam Medik Imelda dan Info Kesehatan Imelda dan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Imelda disatukan menjadi STIKes Imelda.

Akbid dan Akper Deli Husada Deli Tua (disatukan menjadi Institut Deli Husada Deli Tua) dan Akper beserta Akbid Medistra disatukan menjadi Institut Medistra Lubuk Pakam dan juga penggabungan dari Akademi Bas Balimbingan disatukan menjadi STIKes Mitra Husada Medan.

Pada halal bi halal itu dihadiri Ketua Ikatan Alumni (IKA) USU Provinsi Sumut yang juga mantan Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, sejumlah unsur pimpinan PTS, staf dan pegawai LLDikti Wilayah I, serta Ketua Pengurus DWP LLDikti Wilayah I Erna Lindiawati Dian Armanto dan para anggota.

Tengku Erry pada kesempatan itu berharap mutu pendidikan tinggi di Sumut dapat meningkat di bawah naungan LLDikti Wilayah I.

“Saat ini di Sumatera Utara ada 247 perguruan tinggi swasta dibawah naungan LLDikti Wilayah I. Saya harap kualitas dari pendidikan tinggi di Sumut dapat meningkat,” katanya.

Ketua IKA USU Sumut dan IKA SMA Negeri 4 Medan ini mengungkapkan, dari 10 universitas atau perguruan tinggi terbaik secara nasional, ada beberapa juga yang dari swasta.

Dirinya pun berharap salah satunya dari Sumut. Apalagi, sudah ada PTS di Sumut yang mendapat akreditasi institusi perguruan tinggi A atau unggul.

“Kita harap jumlahnya nanti dapat meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya

Adik kandung mantan Gubernur Sumut yang melegenda, almarhum H. Tengku Rizal Nurdin ini mengaku senang bisa hadir di acara halal bi halal LLDikti yang dulu dikenal dengan Kopertis. Menurutnya kegiatan seperti itu merupakan hal sangat baik bisa menyatukan semua stakeholder.

Sebelumnya ustad H Irfan Yusuf S.Ag dalam tausiyah di acara halal bi halal itu berpesan agar keluarga besar LLDikti Wilayah I senantiasa menjaga ukhuwah dan menjalin silaturahim.

“Modal utama yang dibangun Rasul adalah ukhuwah. Momentum Idul Fitri ini kita kuatkan ukhuwah dengan berhalal bi halal,” ujarnya. (rm-04)