New Delhi | rakyatmedan – Korban tewas akibat penyakit otak yang melanda anak-anak di negara bagian Bihar, India, meningkat. Kini 150 anak dilaporkan tewas dan pengadilan memerintahkan penyelidikan atas penyakit tersebut.

Mahkamah Agung negara itu juga menuntut pemerintah menjelaskan langkah-langkah yang sudah diambil untuk memerangi penyebaran Sindrom Ensefalitis Akut (AES); penyakit mematikan yang secara luas dikaitkan dengan buah leci mentah.

Pihak berwenang menyebut, 152 anak-anak tewas di distrik-distrik di seluruh negara bagian timur itu. Sebanyak 131 di antaranya berada di dua rumah sakit di Muzaffarpur, pusat penyebaran wabah itu.

Menurut para pejabat kesehatan, 111 anak-anak meninggal di Rumah Sakit dan Perguruan Sri Krishna yang dikelola pemerintah, dan 20 lainnya di rumah sakit Kejriwal, yang dijalankan oleh swasta.

Hakim Kepala Muzaffarpur memerintahkan penyelidikan atas adanya kemungkinan kelalaian oleh menteri kesehatan federal Harsh Vardhan, serta menteri kesehatan Bihar.

Aktivis sosial Tamanna Hashmi -yang mengajukan pengaduan di pengadilan- mengonfirmasi bahwa penyelidikan sudah diluncurkan.

Seperti dilaporkan kantor berita Press Trust of India, Rabu (26/06/20190), di New Delhi, Mahkamah Agung juga memerintahkan pemerintah Bihar untuk melaporkan fasilitas medis, nutrisi, sanitasi, dan kondisi kebersihan di negara bagian itu.

Pengacara untuk pemerintah Bihar mengatakan kepada pengadilan bahwa saat ini wabah tersebut sudah terkendali.

Lebih dari 1.350 anak meninggal akibat sindrom ini dalam 10 tahun terakhir, termasuk 355 pada 2014.

AES adalah penyakit radang otak, menyerang sebagian besar anak-anak yang kekurangan gizi di bawah 10 tahun.

Penyebab pasti dari sindrom ini tidak diketahui. Namun para ahli mengatakan racun dalam buah leci mentah -yang banyak ditanam di Muzaffarpur- menyebabkan kadar gula darah menurun pada anak-anak yang kekurangan gizi dan mempengaruhi otak.

Gejalanya meliputi demam tinggi, muntah, dan kejang.

Menurut para ahli, kematian dapat dihindari jika orang memiliki kesadaran dan akses ke perawatan medis dan mengonsumsi makanan sehat. (rm/in)