Pontianak | rakyatmedan – Rangkaian pembukaan Seleksi Tilawatil Qur’an Nasional (STQN) ke- 25 Tahun 2019 di Pontianak, Kalimantan Barat yang digelar Sabtu (29/06/2019), dimeriahkan dengan pawai taaruf kendaraan hias dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kegiatan ini, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menampilkan miniatur Masjid Azizi, Langkat.

Kendaraan hias yang berbentuk miniatur Masjid Azizi ini, sempat mencuri perhatian masyarakat. Masjid Azizi merupakan masjid peninggalan Kesultanan Langkat di Tanjung Pura. Masjid ini dibangun tahun 1899 dan memiliki arsitektur yang unik mirip Masjid Ottoman di Turki serta ornamen yang berciri khas Melayu.

Di sisi samping dari kendaraan hias ini juga terlihat ditampilkan miniatur Istana Maimun di Medan yang merupakan istana peninggalan Kesultanan Deli.

Selain itu, kendaraan hias Sumut juga menampilkan ciri masyarakat Sumut yang majemuk dan terdiri atas 8 etnis masyarakat yang senantiasa hidup berdampingan secara harmonis. Hal ini terlihat dari pakaian adat dari 8 etnis Sumut yang dikenakan oleh kontingen dari Sumut.

Kabiro Binsos dan Kemasyarakatan Setdaprovsu Muhammad Yusuf mengatakan, kendaraan hias yang ditampilkan Sumut ini menunjukkan bahwa Sumut merupakan daerah yang berbilang kaum, meskipun beragam budaya dan adat istiadat namun Sumut adalah daerah yang harmonis.

“Melalui kendaraan hias ini, kita ingin menunjukkan eksistensi Sumut yang tidak kalah dari provinsi lainnya. Kita tampilkan kebersamaan dan ragam budaya Sumatera Utara,” ujar Yusuf.

Sementara itu, Ketua LPTQ Sumut Fuad Helmi Lubis menyebutkan, rombongan kafilah Sumut sudah tiba di Pontianak tanggal 26 Juni 2019 sebanyak 40 orang, dimana 20 orang diantaranya merupakan qori dan qoriah yang akan mengikuti lomba STQN ke-25 tahun 2019.

“Qori dan qoriah kita akan mengikuti seluruh kategori perlombaan. Harapan kita mereka dapat menampilkan kemampuan terbaiknya sehingga dapat mendongkrak prestasi Sumut pada even ini,’ kata Fuad.

Pawai taaruf ini dilepas oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji. Adapun rute yang dilalui mulai dari depan kantor Gubernur Kalbar – Jalan Ahmad Yani – Jalan KH A Dahlan – Jalan KH Wahid Hasyim – Jalan H. Rais A Rahman – Jalan Martadinata – Jalan Kom Yos Sudarso – Jalan Pak kasih – dan finish di Jalan Rahadi Usman atau alun-alun Kapuas.

Sebelumnya, pada Jumat (28/6) malam telah digelar malam taaruf yang diikuti oleh seluruh kafilah peserta STQN di Pendopo Gubernur.

Sedangkan pembukaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke- 25 di Pontianak Kalimantan Barat, Sabtu (29/6) malam, akan dimeriahkan dengan dentuman suara meriam Karbit khas Kota Pontianak.

Sebanyak sembilan meriam karbit juga telah terlihat ditempatkan berjejer di water front taman alun-alun kapuas. Meriam karbit raksasa tersebut dihadapkan ke arah replika tugu Khatulistiwa.

Meriam karbit ini merupakan khas Kota Pontianak, di mana setiap malam takbiran menyambut Idul Fitri meriam ini senantiasa didentumkan yang dikenal dengan festival meriam karbit. (rm-06)