Makassar  | rakyatmedan – PSM Makassar sukses meraih kemenangan 1-0 atas Madura United pada pertemuan pertama babak semifinal Kratingdaeng Piala Indonesia. Hal ini sekaligus menghentikan rekor tak terkalahkan Madura United di berbagai ajang. Adalah Zulham Zamrun yang mencetak satu-satunya gol pada menit ke-37 pada laga di Stadion Andi Matallatta, Makassar, Minggu (30/06/2019).

Sejak dimulainya laga, PSM tampil mendominasi dan menciptakan banyak peluang berbahaya dalam 10 menit awal pertandingan. Dalam tempo tersebut, barisan pertahanan Madura United dipaksa bekerja keras menghalau usaha tuan rumah mencetak gol.

Dari banyaknya peluang, tiga hingga empat di antaranya berhasil diselamatkan kiper Muhammad Ridho, sisanya dihalau barisan pemain bertahan atau bolanya melenceng.

Lagi-lagi, Ridho menjadi momok barisan depan PSM kala kembali berhasil melakukan aksi heroik dengan menggagalkan bola sundulan tearah yang dilepas M Rachmat dari depan gawang.

Madura United yang sesekali melakukan serangan sporadis, baru mencatat peluang emas pertamanya saat laga sudah memasuki menit ke-27. Beruntung, kiper PSM, Rivky Mokodompit berhasil dua kali menggagalkan dua usaha dari Aleksandar Rakic dan Alberto Goncalves dalam situasi kemelut tersebut.

Zulham Zamrun akhirnya memecah kebuntuan dengan mencetak gol cantik setelah menerima umpan silang dari Asnawi Mangkualam. Eks pemain Mitra Kukar itu menyambut umpan dengan melepas tendangan voli ke tiang jauh, 1-0 PSM unggul atas Madura United pada menit ke-37.

Praktis, usai gol tersebut, tidak ada gol lagi tercipta dalam laga ini. Hanya usaha-usaha yang dilakukan Greg Nwokolo hingga Aleksandar Rakic berkali-kali masih bisa diamankan barisan pertahanan PSM Makassar.

Tak bisa mendapat gol penyeimbang, pemain-pemain Madura United pun mulai menunjukkan rasa frustrasi. Seperti yang ditunjukkan Andik Rendika Rama saat terlibat perselesihan dengan Asnawi dan memicu perkelahian kecil pada pengujung laga.

Tak ada gol tambahan sampai pertandingan berakhir, skor 1-0 untuk kemenangan PSM atas Madura United pun tetap bertahan.

Mengenai kemenangan ini, pelatih kepala PSM Makassar Darije Kalezic puas dan berpendapat timnya bisa cetak lebih dari satu gol.

“Saya puas dengan permainan disiplin yang ditunjukkan para pemain. Mereka pun menjalankan taktik sesuai yang saya inginkan,” kata Darije usai laga.

Dia pun mengungkapkan PSM hanya tidak beruntung sehingga gagal menang dengan margin gol lebih banyak.

“Kami lebih banyak mengontrol pertandingan dan mendapatkan banyak peluang. Seharusnya kami menang telak pada pertandingan tadi,” ucapnya.

“Anda harus tahu, kami menang dan tidak membuat lawan mencetak gol. Saya optimitis, PSM akan membuat gol di Madura nanti. Kalau pun akhirnya kami gagal, saya adalah orang pertama yang akan memberikan ucapan selamat buat Madura,” tegas Darije.

Hal senada dikatakan Rizky Pellu, gelandang PSM. Dia pun mengungkapkan dirinya bersama pemain lain tidak ingin larut dengan euforia kemenangan. “Semoga PSM mampu melangkah ke partai puncak Piala Indonesia,” pungkasnya.

Di pihak lawan, kekalahan pertama di laga ini tak membuat beban bagi pelatih kepala Dejan Antonic. Sebab, pelatih asal Serbia itu tidak hanya melihat hasil satu pertandingan ini saja, dia juga akan melihat hasil laga leg kedua nanti saat bermain di Madura (7/6).

“Tidak ada beban, saya cuma lihat (laga) terakhir nanti. saya akan lihat final score nanti di Madura, semoga kami bisa lolos,” harap Dejan usai laga.

Ditambahkan Dejan, sejatinya dirinya merasa takut pada laga ini skuat asuhannya akan banyak alami masalah, setelah 48 jam sebelumnya baru selesai lakoni laga berat hadapi Persebaya (27/6).

“Saya tadi takut, karena anak-anak traveling 48 jam, tapi semua kasih maksimum. Puji Tuhan tidak ada cedera, tidak ada pemain keluar lapangan karena sakit atau apa,” tambah pelatih asal Serbia tersebut.