Medan I rakyatmedan – Superqurban adalah program optimalisasi qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi cadangan pangan dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang.Proses tersebut dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi.

Hewan qurban dipilih yang sudah sesuai umur, sehat, dan tidak ada cacat berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan. Pemotongannya dilakukan di hari raya Idul Adha dan tiga hari tasyrik.

Superqurban ini sesuai hadist yang disampaikan Aisyah, bahwa dahulu mereka biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (qurban) sehingga mereka bawa ke Madinah.

Kemudian Nabi SAW bersabda: “Janganlah kalian menghabiskan daging udhiyyah (qurban) hanya dalam waktu tiga hari,” (HR. Bukhari-Muslim).” ungkap Nur Efendi, CEO Rumah Zakat Sabtu (13/07/2019).

Diproses dengan menggunakan tehnologi tinggi, Superqurban bisa tahan hingga tiga tahun. Hal ini yang membuat Superqurban bisa dinikmati sepanjang tahun oleh masyarakat Indonesia bahkan Dunia.

Sebagai negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, Indonesia harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana serta potensi kerawanan pangan yang bersifat transien sebagai dampak bencana.

Melalui program Superqurban Rumah Zakat memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat yang terkena bencana tersebut.

Selama 2018 Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk 251.257 penerima manfaat.

Sedangkan dari Januari hingga Juni 2019 Rumah Zakat telah menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat.

Dengan jumlah terbanyak disalurkan di desa dan pelosok, kemudian terbanyak kedua untuk wilayah bencana.

Sementara itu di Idul Adha 2019 ini Rumah Zakat menargetkan 15.000 pequrban dengan satu juta paket Superqurban untuk didistribusikan.

Menurut Nur dengan gizi seimbang, masyarakat desa akan memiliki energi lebih produktif, maju, dan berdaya.
Demikian juga dengan masyarakat terdampak bencana.

“Dalam kondisi serba terbatas karena bencana asupan pangan sumber protein sangat dibutuhkan. Terutama sebagai sumber energi bagi mereka. Disinilah Superqurban berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” kata Nur.

Solusi pemenuhan pangan tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat yang ada di Indonesia, tapi juga bagi para pengungsi di empat Negara yang mengalami bencana perang maupun kelaparan seperti Palestina, Suriah, Myanmar, dan Bangladesh.

Selama 2018 – 2019 Superqurban tersalurkan bagi ribuan pengungsi tersebut.

Karena praktis saat disalurkan dan tahan lama, Superqurban menjadi paket andalan dalam penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di luar Indonesia.

“Dengan demikian kami berharap Superqurban benar-benar bisa menjadi solusi ketahanan pangan bagi Indonesia dan Dunia,” ungkap Nur.

Rekor Muri

Superqurban yang digulirkan sejak 2000 merupakan inovasi Rumah Zakat dalam program optimalisasi pelaksanaan Ibadah qurban dengan mengolah dan mengemas daging qurban menjadi Kornet dan Rendang.

Produk Superqurban dapat di distribukan sepanjang tahun serta mampu menjawab permasalahan pendistribusian daging qurban sampai ke daerah – daerah terperosok dan terdepan di Nusantara hingga dunia, selain itu Superqurban juga dinilai sebagai program yang inovatif.

Sebagai Lembaga yang pertama kali melakukan inovasi mengolah daging qurban, Rumah Zakat mendapatkan penghargaan rekor muri sebagai Pengolah dan Pengemas Daging qurban Pertama di indonesia. ( rm-04)