Lamongan | rakyatmedan – Persela Lamongan berada dalam pilihan dilematis menjelang melakoni pekan ke-10 kompetisi Shopee Liga 1 2019, saat menantang Barito Putera di Stadion Demang Lehman, Martapura, Senin (22/07/2019).

Situasi itu tak lepas dari minimnya waktu recovery. Eky Taufik Febriyanto dkk. hanya memiliki waktu istirahat efektif selama satu hari, setelah menghadapi Bali United di Stadion Gelora Surajaya Lamongan, Kamis (18/7) lalu dan masa persiapan sehari di Banjarmasin.

“Persiapan hanya ada satu hari di Banjarmasin kita maksimalkan saja,” kata pelatih Persela, Nil Maizar.

Praktis, Persela terkendala pada kondisi kebugaran sejumlah pemain intinya setelah berjuang habis-habisan mengalahkan Bali United. Dari 18 pemain yang dibawa ke Banjarmasin, hanya Mawouna Kodjo Amevor yang fresh, karena absen saat bersua Serdadu Tridatu.

“Semoga anak-anak bugar dan fit saat melawan Barito,” tambah Nil.

Minimnya waktu recovery itu, membuat Persela harus pintar-pintar untuk menyiasatinya. Rotasi pemain pun, bisa menjadi pilihan untuk mengatasi problem krusial tersebut.

Opsi melakukan rotasi tampaknya menjadi solusi yang tepat, jika melihat kondisi pemain penting sejauh ini. “Kemungkinan ada [rotasi], kita sesuaikan saja dengan situasi dan kebutuhan tim,” tutur Nil.

Dalam menghadapi Barito, Persela masih tidak bisa mengandalkan Samsul Arifin [bek kiri] dan Malik Risaldi [winger] yang masih dilanda cedera. Selain dua nama itu, para penggawa lainnya dalam kondisi siap tempur.

“Insya Allah semua bisa main,” tandas Nil.