Medan | rakyatmedan – Satu persatu papan reklame bermasalah semakin berkurang di Kota Medan. Seperti yang sudah dilakukan sebelumnya, kali ini Pemko Medan melalui Satpol PP Kota Medan kembali menumbangkan sejumlah papan reklame bermasalah yang didirikan tanpa memiliki izin. Tercatat, sebanyak 20 papan reklame berhasil ditumbangkan.

Penertiban yang dilakukan mulai Kamis (18/07/2019) malam hingga Jumat (19/07/2019) subuh ini merupakan bentuk dari komitmen Pemko Medan terhadap reklame bermasalah yang keberadaannya merusak serta mengganggu estetika kota. Ke depan penertiban akan terus dilakukan sampai Kota Medan benar-benar bersih dari papan reklame bermasalah.

Sebanyak 20 unit papan reklame bermasalah yang dibongkar petugas Satpol PP berada di beberapa titik yakni Jalan Kejaksaan, Jalan Asrama serta Jalan Marelan Raya. Dengan rincian 3 unit ukuran 4×6 meter, 1 unit ukuran 4×8 meter serta 1 unit ukuran 1,5×2,5 meter di Jalan Kejaksaan.

Kemudian di Jalan Asrama sebanyak 9 unit papan reklame bermasalah berhasil ‘dibabat’ yakni ukuran 5×10 meter 2 unit, ukuran 4×6 meter sebanyak 2 unit lalu 4 unit ukuran 2×3 meter dan 1 unit ukuran 1,2×1 meter.

Selanjutnya di Jalan Marelan Raya sebanyak 6 unit dengan rincian 2 unit ukuran 5×10 meter, 3 unit ukuran 4×6 meter dan 1 unit ukuran 4×8 meter.

Seperti biasa, petugas tidak menemukan kendala berarti saat ‘memangkas’ papan reklame bermasalah tersebut. Hal tersebut karena seluruh alat pendukung memadai jalannya proses pembongkaran. Mobil crane serta alat pemotong material papan reklame yang ada, memudahkan personil Satpol PP ketika mengeksekusi papan reklame bermasalah.

Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan mengatakan bahwa penertiban akan terus dilakukan.

“Tidak bosan-bosannya kami katakan, bahwa penertiban akan terus gencar dilakukan terhadap papan reklame bermasalah. Baik itu yang tidak memiliki izin maupun yang berada di zona larangan. Semua akan kita tertibkan. Tanpa terkecuali,” tegas Sofyan.

Nyatanya, gencarnya penertiban yang dilakukan tim gabungan Pemko Medan memberi dampak yang cukup signifikan bagi para pengusaha advertising lainnya. Ini terbukti dengan dibongkarnya 2 unit papan reklame bermasalah oleh pemiliknya di Jalan Asrama dengan ukuran 4×6 meter dan 4×8 meter.

Mengetahui hal tersebut, Sofyan mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh para pengusaha advertising.

“Kita menyambut baik upaya yang dilakukan oleh para pengusaha advertising yang membongkar sendiri papan reklame bermasalah milik mereka. Semoga langkah ini turut diikuti oleh pengusaha advertising lainnya yang menyadari papan reklame yang mereka dirikian menyalahi aturan,” ujar Sofyan. (rm-05)