Medan | rakyatmedan – PenertibanĀ terhadap pedagang kakilima (PK5) kembali dilakukan Satpol PP Kota Medan, Sabtu (20/07/2019).

Ada beberapa titik yang menjadi fokus penertiban yakni di Jalan Sisingamangaraja, Jalan Seksama (seputaran Pasar Simpang Limun). Lalu Jalan Kapten Muslim tepatnya di seputaran Pasar Sei Sikambing.

Hal tersebut dilakukan sebab kehadiran PK5 kerap dikeluhkan masyarakat karena menyebabkan kemacetan lalulintas dan menimbulkan kesemrawutan.

Oleh karena itulah, Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menginstruksikan Satpol PP Kota Medan untuk terus rutin melakukan penertiban hingga seluruh kawasan khususnya di sekitar pasar-pasar di Kota Medan terbebas dari PK5. Dengan demikian, kenyamanan dapat dirasakan bersama.

Dikatakan Kasatpol PP Kota Medan H M Sofyan, penertiban berjalan lancar meski personel Satpol PP mendapatkan makian dan perlawanan dari pedagang yang tak terima dagangannya ditertibkan. Namun, hal tersebut tak menyurutkan langkah personel Satpol PP untuk melakukan penertiban demi tegaknya Perda.

“Kita telah mengimbau agar para PK5 tidak lagi berjualan di sembarang tempat. Namun hal tersebut nyatanya tidak juga diindahkan. Oleh karena itu, penertiban ini akan terus kita lakukan secara bertahap hingga menimbulkan efek jera bagi para PK5,” kata Sofyan.

Dalam penertiban tersebut, ungkap Sofyan, personel Satpol PP juga membongkar lapak pedagang yang didirikan di atas parit. Sejumlah material hasil penertiban pun dimasukkan ke dalam truk untuk kemudian dibawa ke Kantor Satpol PP.

Satu persatu lapak berhasil ditertibkan hingga kawasan penertiban menjadi lebih rapi dan tertata. Dengan harapan, PK5 tidak lagi menggelar lapak dagangannya di tempat yang sama.

“Mendirikan lapak di atas parit jelas menyalahi aturan. Semuanya harus dibongkar. Siapapun yang menyalahi dan melanggar aturan, akan kami tindak,” bilang Sofyan dengan menggunakan toa.

Sebelum meninggalkan lokasi penertiban, Sofyan tak lupa kembali mengingatkan kepada semua PK5 agar berjualan di tempat yang semestinya. Hal tersebut demi kenyamanan semua pihak. Lebih dari itu agar kehadiran PK5 tidak menjadi penyebab Kota Medan kotor dan terkesan tidak tertata dengan baik.

“Penertiban ini demi kenyamanan kita bersama. Jadi kami harap dan imbau agar para PK5 dapat berjualan di sejumlah kios-kios pasar yang telah disediakan Pemko Medan,” harapnya. (rm-05)