Jakarta | rakyatmedan – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan Kantor Urusan Agama (KUA) adalah etalase bagi rumah besar Kementerian Agama.

Hal ini disampaikan Menag usai menyerahkan anugerah juara I, II dan III sekaligus uang pembinaan kepada KUA Teladan di malam puncak Anugerah KUA Kecamatan Teladan Tingkat Nasional 2019. Helat tahunan Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam ini di gelar di Jakarta, Rabu (24/07/2019) malam.

“Ibarat rumah besar Kemenag, KUA adalah teras atau halaman yang pertama dilihat masyarakat. Baik buruknya Kemenag, juga terkait baik buruknya KUA. Perkembangan KUA terus membaik, on the track serta mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, seperti Ombudsman,” ujar Menag yang malam itu mengenakan kopiah hitan serasi dengan baju batik coklat.

“Yang ingin saya tekanan adalah bentuk rasa syukur kita mestinya mewujud pada kecintaan kita terhadap profesi yang kita emban. Karena dengan kekuatan cinta lah kita bisa mengatasi problem yang dihadapi,” sambung Menag

Sebagai penghulu, penyuluh agama atau apa pun profesi yang terkait dengan agama lanjut Menag, maka hanya cinta lah yang menjadi modal utama.

“Bicara agama bicara cinta. Agama tidak bisa ditebarkan dengan amarah, benci atau pun murka. Agama hanya bisa ditebarkan dengan rasa cinta. Saya merasa perlu mengingatkan kita semua untuk bagaimana senantiasa memilihara dan merawat rasa cinta terhadap profesi yang dijalani,” tutur Menag.

Di hadapan para KUA, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag se Indonesia beserta undangan yang hadir, Menag mengatakan jika helat anugerah KUA Teladan merupakan helat yang sangat strategis serta menjadi tonggak perjalanan panjang dalam upaya bersama agar KUA terus membaik di tengah keterbatasan yang ada.

“Terima kasih yang tak terhingga atas sumbangsih dan kontribusi KUA di seluruh Indonesia agar pengamalan keagamaan terus membaik dari waktu ke waktu,” kata Menag.

Terkait masih banyaknya persoalan yang mengelayut di tubuh KUA, seperti sarana prasarana, rendahnya SDM, anggaran dan persoalan lainnya, Menag mengajak segenap ASN KUA, Penghulu dan Penyuluh untuk mengedepankan rasa syukur tanpa mengabaikan rasa sabar.

“Dari 7.000 kecamatan yang ada di Indonesia, kita baru memiliki 5.945 KUA, belum lagi persoalan klasik yang dari tahun ke tahun kita hadapi seperti keterbatasan SDM, sarana dan prasarana, status lahan hingga soal anggaran,” kata Menag.

Menurut Menag, ikhtiar untuk membenahi infrastruktur dan meningkatkan prasarana Balai Nikah Kantor Urusan Agama di berbagai daerah di Indonesia terus menerus dilakukan Kemenag.

“Selama kurun waktu 2015-2018 kita sudah melakukan perbaikan sarana dan prasarana untuk 708 KUA melalui skema SBSN. Tahun ini akan menyentuh 128 KUA dan tahun depan sebanyak 228 KUA,” ujar Menag.

Anugerah KUA Kecamatan Teladan Tingkat Nasional 2019 diikuti 34 KUA teladan dari seluruh provinsi. Acara ini berlangsung selama empat hari, 21 – 25 Juli di Jakarta.

Anugerah KUA Kecamatan teladan tahun ini yang mengusung tema ‘KUA Bersih dan Melayani’ diharapkan melahirkan para teladan yang memberi inspirasi bagi lahirnya inovasi layanan publik pada KUA.