Madinah | rakyatmedan – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah siagakan 50 petugas dalam rangka menyambut dan melayani jemaah haji gelombang II yang akan mendarat di Madinah.

“Semestinya seluruh petugas sudah berangkat ke Makkah, namun karena ada perubahan ini, maka kami menyiapkan 50 petugas khusus untuk empat kloter yang mendarat di Bandara Madinah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah, Akhmad Jauhari

Menurutnya, ada empat kloter jamaah haji Indonesia yang semestinya pada gelombang kedua mendarat di Jeddah, namun karena kepadatan yang terjadi di Bandara Malik (King) bin Abdul Aziz Jeddah, maka keempat kloter ini dialihkan pendaratannya ke Bandara Madinah.

“Kami sudah mempersiapkan personil-personil yang akan memberikan pelayanan khusus kepada jemaah haji yang 4 kloter ini,” ujarnya.

Jauhari menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan agar ada petugas yang akan memandu pergerakan jemaah dari bandara menuju ke Bir Ali. Lalu petugas juga akan disiagakan di Bir Ali sebagai tempat miqat maqani para jemaah sebelum berangkat ke Makkah.

Empat kloter tersebut yakni jemaah haji asal embarkasi Ujung Pandang (UPG) kloter 35 dan 40 serta Banjarmasin (BDJ) kloter 17 dan 19.

UPG 35 dijadwalkan mendarat pada 2 Agustus pukul 02.10 WAS, dengan pesawat GA 1302. UPG 40 pada tanggal 5 Agustus, pukul 17.10 WAS. BDJ 17 tanggal 3 Agustus, pukul 00.55 WAS, dan BDJ 19 pada 5 Agustus pukul 02.00 WAS.

Setelah mendarat di Madinah, para jemaah haji gelombang II ini akan langsung diberangkatkan ke Makkah dengan mengambil miqat maqani di Bir Ali.

“Ziarah di kota Madinahnya akan dilakukan setelah wukuf di Arafah,” pungkasnya.