BI Dorong Industri Halal Mendunia

192941

Medan I rakyatmedan -Perwakilan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Cecep Maskanul Hakim mengatakan Bank Indonesia (BI) mendorong ekonomi dan keuangan syariah bisa mendunia.

“Produk halal saat ini menuju global di mana ekonomi syariah telah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru,” kata Cecep pada talkshow “Road to Fesyar” yang digelar BI di Hotel Adimulia Medan, Senin (29/7/2019).

Pada kegiatan yang bertema Peranan Industri Kreatif Halal dan Konsep Halal Tourism itu, Cecep mengharapkan agar pencapaian pengembangan ekonomi dan keuangan syariah itu bisa mendunia diperlukan dukungan pemerintah secara total. Seperti halnya bank syariah di Malaysia yang mendapatkan dukungan dalam penempatan dana pemerintah dan BUMN setempat.

Menurut Cecep, selain dukungan pemerintah terhadap perkembangan ekonomi syariah juga harus dicanangkan sebagai program nasional.

Selain itu ada badan khusus untuk koordinasi lintas otoritas dan fokus memanfaatkan keunggulan kompetitif suatu negara serta adanya strategi nasional yang mencakup reformasi struktural pemerintah, maupun paradigma masyarakat dalam mewujudkannya.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut, Wiwiek Sisto Widayat mengatakan BI Sumut memberi respon positif untuk mengembangkan potensi ekonomi syariah di Sumut karena memiliki potensi industri halal atau kegiatan syariah. Pasalnya di daerah ini banyak berdiri pesantren.

“Meski di Sumut sendiri memiliki masyarakat nonmuslim yang cukup banyak, tetapi kemampuan untuk konsumsi produk halal cukup besar,” kata Wiwiek.

Disebutkannya beberapa yang paling potensi dalam industri halal atau syariah ini yang harus dikembangkan yakni food and beverage atau makanan dan minuman yang menjadi salah satu yang memberikan kontribusi besar pada Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Potensi kedua adalah industri fashion berupa pengolahan yang terkait dengan fashion busana syari dan kosmetik syari yang saay ini mulai banyak dilirik.

Demikian juga potensi ketiga yang akan dikembangkan adalah dari pertanian Sumut yang saat ini BI sedang giat mengembangkan kegiatan usaha produksi beras organik yang bersertifikasi halal.

“Termasuk potensi halal tourism (wisata) yang bisa dikembangkan di Sumut,” ungkap Wiwiek.

Potensi keempat, dari kegiatan ekspor untuk produk-produk halal misalnya kopi, karet, dan sebagainya.

Menurutnya ini harus didorong terus karena potensinya besar dan kapasitasnya luas.

BI juga terus melakukan pendekatan kepada UMKM yang terkait dengan syariah dan pesantren. Sebab, ini merupakan salah satu sentra untuk kegiatan ekonomi syariah

Wiwiek menambahkan, pihaknya turut mengembangkan UMKM yang ada di pesantren Ar-Raudhatul Hasanah Medan yang telah menghasilkan produk UMKM berupa roti kemasan dan laundry.

Ke depan, pihaknya juga akan mengembangkan air kemasan di pesantren tersebut guna mengembangkan produk syariahnya.

“Kita terus mencoba untuk mencari sumber pertumbuhan ekonomi syariah baru, tidak terbatas kepada pesantren. Tetapi juga wirausahawan muda dan UMKM syariah,” ungkapnya.

Wiwiek juga menyebutkan Badan Sertifikasi Nasional (BSN) akan melakukan sertifikasi produk-produk halal mulai 1 Oktober 2019.

“Memang ada waktu sekitar 5 tahun yang diberikan lembaga ini untuk pelaku usaha mensertifikasi seluruh produk-produknya. Untuk itu, kita bekerjasama secara intensif dengan MUI dan bekerjasama dengan LPPOM MUI untuk mensertifikasi ini,” katanya

Pada “road to Fesyar 2019” digelar dengan berbagai kegiatan maupun lomba yang nantinya ditandingkan untuk Fesyar wilayah Sumatera di Palembang 1-4 Agustus 2019.

“Pemenangnya akan ditandingkan untuk meraih gelar nasional pada Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta dan Surabaya Agustus 2019. Kita berharap akan bisa meraih juara pada tingkat nasional nantinya,” katanya

Acara itu ditandai dengan penandatanganan kerjasama industri kreatif antara Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat dengan Ketua Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Sumut Prof Basyaruddin.

Pada talkshow itu hadir sebagai pembicara artis/ustadzhah/pengusaha syariah Oki Setiawan Dewi dan Cecep (Kepala Ekonomi Syariah BI Pusat) dan pengusaha wanita muda Medan Alween Ong.( rm-04)

Keterangan foto
Kepala Perwakilan BI Sumut Wiwiek Sisto Widayat bersama Ketua LPPPOM Sumut H Basyarudin usai menandatangani kesepakatan bersama di sela talkshow “Road to Fesyar” yang digelar BI di Hotel Adimulia Medan.