Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan | foto: ist

Jakarta | rakyatmedan – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan tumbang dalam seleksi calon pimpinan KPK periode 2019-2023. Langkah Basaria terhenti setelah gagal lulus dari tes psikologi yang digelar Pansel Capim KPK, Minggu (28/07/2019) lalu.

“Iya dari hasil nggak apa-apa. Ya kan memang nanti hasil 10. Ya biasa-biasa saja seperti yang lain juga. Nggak masalah memang hasilnya seperti itu,” kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih di Kantor Kemensetneg, Jakarta Pusat, Senin (05/08/2019).

Dua komisioner KPK lain yang ikut seleksi, yaitu Laode M Syarif dan Alexander Marwata dinyatakan lolos tes psikologi. Mereka tergabung bersama total 40 orang yang lolos tes psikologi.

“Yang dinyatakan lulus tes psikologi capim KPK sebanyak 40 orang,” ujarnya.

Mereka yang lolos itu wajib mengikuti seleksi tahap berikutnya yaitu profile assessment pada Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2019. Seleksi lanjutan itu akan digelar di Lemhanas, Jakarta Pusat.

Lima anggota KPK lainnya yang juga gagal lolos, antara lain Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan, Direktur Gratifikasi KPK Syarif Hidayat, Wakil Ketua 2 WP KPK Harun Al Rasyid.

Kemudian Koordinator Wilayah VI Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK Asep Rahmat Suwandha, serta Ketua Tim Koordinasi Supervisi dan Pencegahan KPK wilayah Jawa Tengah, Muhammad Najib Wahito.

Sementara itu, lima unsur KPK yang lulus, yakni Wakil Ketua KPK Alexander Marwata dan Laode M. Syarif, Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi KPK Sujanarko, Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK Giri Suprapdiono, dan Kepala Biro Sumber Daya Manusia KPK Chandra Sulistio Reksoprodjo,

Tak hanya dari unsur KPK yang mulai tumbang. Peserta seleksi dari unsur Polri juga gagal lolos tes psikologi yang dilakukan Pansel Capim KPK. Anggota Polri yang gugur 3 orang dari 9 orang yang mengikuti tes psikologi.

Mereka yang tak lolos ke tahap selanjutnya, antara lain Staf Ahli Kapolri Irjen Ike Edwin, Kepala Biro Penyusunan dan Penyuluhan Hukum (Karosunluhkum) Divisi Hukum Polri Brigjen Agung Makbul, dan Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, Kabag Ren Rorenim Baharkam Polri Kombes Kharles Simanjuntak.

Sebaliknya, 6 anggota Polri yang lulus tes psikologi yaitu Wakil Kabareskrim Polri Irjen Antam Novambar, Dosen Sespim Polri Brigjen Bambang Sri Herwanto, Wakil Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Irjen Dharma Pongrekun.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Firli Bahuri, Analis Kebijakan Utama Lemdiklat Brigjen Juansih, dan Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Sri Handayani.

Kemudian unsur jaksa yang lolos tes psikologi di antaranya Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Supardi, dan Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara Johanis Tanak, serta seorang pensiunan jaksa M. Jasman Panjaitan.

Sedangkan unsur jaksa yang tumbang antara lain Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Ranu Mihardja serta pensiunan jaksa Herman Adrian Koedoeboen.

Pansel Capim KPK mengumumkan 40 peserta lolos seleksi tes psikologi. Mereka yang lolos wajib mengikuti tes selanjutnya, yakni profile assesment. Tes dilakukan selama dua hari, Kamis-Jumat, 8-9 Agustus 2019, di Lembaga Ketahanan Nasional, Jakarta.