Jakarta | rakyatmedan – Kemenag membuka kesempatan dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengikuti program International Graduate Certificate in Family Studies (IGCFS) Newcastle University Australia.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Arskal Salim, mengatakan, program ini dimaksudkan untuk menghasilkan kolaborasi riset antara dosen PTKIN dengan dosen ahli di Newcastle.

Selain itu, program ini dimaksudkan dalam rangka penguatan metodologi pembelajaran dan pendampingan terhadap isu-isu keluarga dari berbagai perspektif, publikasi tulisan di sejumlah jurnal bereputasi internasional, dan bertambahnya guru besar di lingkungan PTKIN.

Menurut Arskal Salim, program ini merupakan bagian dari ikhtiar Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama mempercepat proses internasionalisasi perguruan tinggi keagamaan Islam.

“PTKI harus memiliki jaringan, kolaborasi, dan pengalaman studi di sejumlah perguruan tinggi di luar negeri, sehingga memiliki perspektif global yang lebih baik,” ungkap Arskal di Jakarta, Selasa (06/08/2019).

Program IGCFS, kata Arskal merupakan tindak lanjut nota kesepahaman 12  PTKIN dengan Newcastle University yang telah disepakati tahun lalu.

“Program ini akan memberangkatkan 20 dosen terpilih untuk studi di Newcastle University selama empat bulan dan beberapa program dampingannya, baik di dalam maupun luar negeri. Diharapkan, mereka akan memperkuat pusat-pusat studi dan dampingan program family studies di PTKIN yang bersangkutan, dan dalam waktu tidak lama menjadi guru besar,” ungkap Arskal Salim.

Oleh karenanya, lanjut Arskal Salim, peserta yang diberangkatkan harus sudah memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, memiliki proposal riset yang akan dikolaborasi, mampu menghasilkan tulisan yang diterbitkan di jurnal bereputasi internasional, dan menjadi penggerak family studies di PTKIN yang bersangkutan.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Suwendi, menyatakan skema pembiayaan program ini akan dilakukan dengan cosharing, sebagian dibiayai oleh DIPA satker PTKIN yang bersangkutan dan sebagian lagi dari DIPA Direktorat PTKI, yang bersumber dari BOPTN tahun anggaran 2020.

Adapun proses seleksinya dilakukan secara dua tahap, yakni seleksi di tingkat satker untuk menghasilkan dua kali lipat kuota dari masing-masing PTKIN. Setelah itu, tahap di tingkat pusat untuk menghasilkan 20 peserta terpilih sesuai kuota masing-masing PTKIN.

Direncanakan, seleksi di tingkat pusat diselenggarakan pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 2019 di Jakarta. Untuk juknis dan surat edaran program IGCFS, dapat dilihat pada www.diktis.kemenag.go.id (S-1)