Medan | rakyatmedan – Mulai September, penyaluran bantuan pangan non tunai PKH Tahun 2019 akan dilakukan Bulog. Hal ini berdasarkan surat edaran Nomor 01/MS/K/07/2019 tentang Perum Bulog sebagai penyedia komoditas bantuan pangan non tunai.

“Saya berharap peran camat dibantu dengan tim kordinasi pangan tingkat kecamatan agar benar-benar ikut mengawasi penyaluran bantuan pangan non tunai ini terutama tentang pengadaan berasnya yang dilaksanakan perum bulog,” kata Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH di wakil Kadis Sosial Kota Medan Endar Sutan Lubis ketika membuka rapat pembahasan penyaluran bantuan pangan non tunai di Ruang Rapat III Balai Kota Medan, Rabu (07/08/2019).

Dikatakan Endar, sejak tanggal 8 Juli 2019, penyaluran beras pada pemberian bantuan pangan non tunai akan dilakukan oleh Perum Bulog dan dibantu BRI melalui agen BRILink dan e-warung.

Selama ini ternyata pengadaan beras masih dilakukan melalui pasar bebas. Sehingga dengan adanya Perum Bulog sebagai satu-satunya wadah pengadaan beras ini dapat menjamin kualitas beras tersebut.

“Dengan adanya Perum Bulog sebagai sumber pengadaan beras untuk bantuan pangan non tunai ini diharapkan kualitas beras dapat dipertahankan hingga sampai ke penerima,” ungkap Endar.

Dihadapan Wakil Ketua Subdivre Bulog Medan Monang Simbolon, perwakilan BRI Hendri Kesuma, sejumlah pimpinan OPD di Lingkungan Pemko Medan dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan), Endar mengungkapkan harus ada kerjasama yang baik dari kelurahan. Mengingat kelurahan yang lebih mengetahui warga yang berhak menjadi penerima PKH. Artinya penyaluran PKH ini nantinya dapat tepat sasaran.

“Saya ingin data penerima PKH dari kelurahan benar. Jadi penyaluran PKH ini menjadi tepat sasaran. Banyak penerima PKH sekarang ini tidak tepat sasaran. Karena saya melihat masih ada warga yang masih tergolong mampu mendapat bantuan PKH ini,” jelas Endar.

Ditambahkannya, Pemko Medan melalui Dinas Sosial Kota Medan kedepannya akan mengumumkan penerima PKH ditempat umum di kelurahan masing-masing. Selain itu, penerima PKH juga nantinya akan dibuatkan plang ataupun penanda penerima PKH di depan rumahnya.

“Kedepannya kita akan mengumumkan para penerima PKH di tempat umum di kelurahan masing-masing. Sehingga masyarakat melihat dan dapat mengawasi apakah penerima PKH itu layak menerima bantuan tersebut. Selain itu, kita juga akan membuat bacaan menggunakan pilog didepan rumahnya sebagai penanda penerima PKH. Semua itu kami lakukan agar kedepannya penerima PKH menjadi tepat sasaran,” pungkasnya. (rm-05)