Medan | rakyatmedan – Dihadapan Ketua DPRD Kota Medan Henry John dan Sekretaris DPRD Kota Medan Iswanda Ramli, Wakil Walikota Medan Ir Akhyar Nasution MSi menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Perda tentang Perubahan Atas Perda Kota Medan Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Medan dalam Rapat Paripurna DPRD Medan, di gedung DPRD Kota Medan, Rabu (07/08/2019).

Wakil Walikota menyampaikan bahwa Ranperda ini mencakup dua kelompok utama, yakni mengenai materi peninjauan kembali RTRW Kota Medan Tahun 2011 – 2031 sebagai dasar dilakukannya proses revisi dan materi Ranperda Revisi RTRW Kota Medan Tahun 2011 – 2031 dilengkapi dengan tabel persandingan.

Lebih lanjut, Akhyar menjelaskan Ranperda ini terdiri dari 43 klausul perubahan pada pasal dan ketentuan yang mengatur tentang rencana struktur ruang, pola ruang, dan arahan pemanfaatan ruang.

Dengan adanya perubahan tersebut, terjadi perubahan materi pada RTRW tidak lebih dari 20 persen, sehingga hanya perlu dilakukannya perubahan peraturan dalam perundang-undangan.

“Hal ini sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang Tata Cara Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah,” jelasnya.

Selain itu, Akhyar mengungkapkan, apa yang telah dipersiapkan terhadap revisi Rencana Tata Ruang ini sudah cukup matang, dengan proses evaluasi pemanfaatan ruang sebelumnya sudah dilaksanakan pada 2016 yang ditindaklanjuti dengan penyiapan materi peninjauan kembali pada 2017.

Disamping itu, Akhyar memyampaikan ada beberapa hal yang mendasari pentingnya melakukan peninjauan kembali terhadap RTRW Kota Medan.

Pertama, Medan dalam konstelasi regional memiliki fungsi strategis, mulai dari penetapan sebagai pusat kegiatan nasional dalam RTRW Nasional hingga sebagai pusat kegiatan di kawasan perkotaan inti dalam RTRW kawasan perkotaan Mebidangpro.

Selanjutnya yang kedua, dinamika kota dalam kurun 5 tahun terakhir, cukup banyak program-program strategis yang belum dapat diakomodir sepenuhnya dalam tata ruang.

Usai menyampaikan hal tersebut, Ketua Rapat Iswanda Ramli mengatakan bahwa rapat ini diskor hingga tanggal 21 Agustus mendatang untuk mendengarkan pendapat dari masing-masing fraksi. (rm-05)