Medan | rakyatmedan – Pemko Medan menggelar Sosialisasi Inventarisasi Barang Milik Daerah di Lingkungan Pemko Medan Tahun Anggaran 2019 di Ruang Rapat 3 Balai Kota Medan, Jumat (09/08/2019). Sosialisasi dilaksanakan dalam rangka tertib administrasi pengelolaan barang milik daerah guna mendapatkan data barang yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sosialisasi ini diikuti seluruh pengurus barang di lingkungan Pemko Medan. Dengan sosialisasi yang dilakukan, para pengurus barang nantinya dapat melakukan inventarisir seluruh barang milik daerah di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing sesuai petunjuk inventarisasi barang milik daerah.

Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD) Kota Medan T Sofyan.

Dikatakan Sofyan, sosialisasi ini sangat penting karena inventarisasi barang milik daerah belum sepenuhnya dilakukan di seluruh OPD.

Guna mendukung kelancaran inventarisasi, jelas Sofyan, selain membentuk tim untuk melakukan inventarisasi, Walikota juga telah mengeluarkan Instruksi Walikota Medan No.028/4680 tentang Pelaksanaan Kegiatan Inventarisasi Barang Milik Daerah tahun 2019 di lingkungan Pemko Medan.

“Selain melakukan inventarisasi, juga harus diketahui kita kondisi barang milik daerah sehingga akan diketahui apakah barang milik daerah tersebut masih layak dipergunakan atau sudah rusak sehingga dapat dilakukan langkah-langkah lanjutnya, salah satunya melalui lelang” kata walikota.

Selanjutnya Sofyan memaparkan, persoalan aset harus segera diselesaikan. Saat ini banyak aset yang belum terinventaris, salah satunya persoalan tanah.

Sofyan mengungkapkan, banyak tanah yang yang tidak punya alas hak tetapi secara defacto itu milik Pemko Medan. “Inilah yang kita perjuangkan,” ungkapnya.

Tanah yang tidak ada alas haknya tersebut, jelas Sofyan, setelah diinventarisir secepatnya disampaikan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk diterbitkan sertifikatnya selagi tidak ada sanggahan keberatan dari masyarakat. Oleh karenanya Sofyan sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari seluruh pengurus barang untuk mewujudkan hal tersebut.

Dihadapan seluruh pengurus barang, Sofyan menekankan, selain mendapatkan data barang yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, inventarisasi yang dilakukan juga dalam mendukung upaya Pemko Medan untuk mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara.

“Selama ini laporan keuangan Pemko Medan gagal mendapatkan predikat WTP dari BPK RI karena belum seluruhnya aset atau barang milik daerah di lingkungan Pemko Medan yang terinventarisasi. Untuk itu melalui sosialisasi, bapak dan ibu pengurus barang dapat mengetahui bagaimana melakukan inventarisasi barang milik daerah dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Sekaitan itulah Sofyan berharap agar seluruh pengurus barang dapat serius dan menggunakan momen sosialisasi untuk menerima transfer ilmu dari nara sumber, sebab Nara sumber yang didatangkan sangat berpengalaman dalam hal inventarisasi

. “Dengan kerja keras dan dukungan bapak dan ibu pengurus barang, insya Allah tahun depan kita mendapat predikat WTP dari BPK RI,” ujarnya.

Usai pembukaan acara sosialisasi selanjutnya diisi dengan pemaparan yang disampaikan tiga narasumber, masing-masing narasumber memberikan penjelasan secara detail mengenai inventarisasi barang milik daerah dengan sebaik- baiknya serta sesuai ketentuan dan aturan hukum yang berlaku.

Acara pemaparan juga diisi dengan tanya jawab sehingga seluruh peserta semakin mengetahui dan memahami secara jelas mengenai tata cara inventarisasi guna diterapkan di lingkungan OPD masing-masing nantinya. (rm-05)