Surabaya | rakyatmedan – Kebersamaan Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurjaman dengan klubnya harus berakhir. Pemutusan hubungan kerja itu terjadi usai Persebaya bermain imbang 2-2 melawan Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (10/08/2019).

Bagi Persebaya ini menjadi hasil imbang kelima di kandang. Selain itu mereka hanya mampu menang sekali dari tujuh pertandingan terakhir, dan 6 laga lainnya berakhir dengan empat kali imbang dan dua kali kalah.

Masa depan pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut memang sempat menjadi tanda tanya setelah hasil yang kurang memuaskan di laga sebelumnya. Djanur sempat bernapas lega setelah Persebaya mengalahkan Pesipura 1-0, Jumat (02/08/2019).

Namun, hasil imbang melawan Madura United menjadi penentu masa depan mantan pembesut Persib Bandung tersebut. Keputusan pemberhentian Djanur diungkapkan Manajer Persebaya Candra Wahyudi.

“Evaluasi ini sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Dan, ternyata kami tak kunjung meraih hasil memuaskan,”katanya di laman resmi klub.

Djanur kabarnya menerima keputusan tersebut. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya. Meski begitu, kubu Persebaya tetap berterima kasih atas kerja keras Djanur.

Pelatih berusia 60 tahun tersebut sebelumnya mampu meningkatkan performa Persebaya di musim lalu.

Dia juga berhasil membawa klub Ibukota Jawa Timur itu ke final Piala Presiden 2019. Untuk sementara, Asisten Pelatih Bejo Sugiantoro akan menjadi caretacker tim. (rm/in)