Medan | rakyatmedan – Pelaksanaan Apel Kehormatan dan Renungan Suci berlangsung penuh khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan Sisingamangaraja, Medan, Sabtu (17/08/2019). Tepat, pukul 00.00 WIB, kawasan TMP sontak gelap, sebagai ganti penerangan obor pun dinyalakan sehingga suasana gelap berubah menjadi temaraman.

Apel Kehormatan dan Renungan Suci merupakan salah satu rangkaian rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya, sebelum Acara Peringatan Puncak Detik – Detik Proklamasi Kemerdekan RI berlangsung. Seluruh wilayah di Indonesia melaksanakannya di Makam Pahlawan masing-masing jelang tengah malam sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pahlawan.

Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Kaban Kesbangpol Sulaiman Harahap beserta sejumlah pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan hadir dalam acara yang berlangsung penuh sakral tersebut.

Di samping itu acara Apel Kehormatan dan Renungan Suci turut dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajekshah serta unsur Forkopimda Sumut dan Kota Medan.

Acara diawali dengan laporan komandan upacara kepada inspektur upacara. Setelah itu inspektur upacara memberikan penghormatan kepada seluruh pahlawan yang bersemayam di TMP tersebut.

Kemudian dilanjutkan dengan membacakan naskah Apel Kehormatan dan Renungan Suci sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan atas keikhlasan dan kesusian sebagai pahlawan dalam pengabdian terhadap perjuangan demi kebahagian negara dan bangsa.

Usai Apel Penghormatan dan Renungan Suci, Sulaiman mengatakan, walikota sangat mendukung penuh digelarnya kegiatan ini.

Dikatakan Sulaiman, Walikota menilai Apel Penghormatan dan Renungan Suci merupakan salah satu bentuk renungan terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam upaya menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kegiatan ini dapat kita jadikan sebagai ajang mengingat dan melanjutkan kembali keteladan perjuangan para pahlawan bangsa dalam upaya merebutkan kemerdekaan sekaligus mewujudkan tegaknya NKRI. Untuk itulah keteladanan para pahlawan ini harus kita ingat sampai kapanpun,” kata Sulaiman. (rm-05)