Medan I rakyatmedan– Kesadaran untuk maju dimulai dari keunggulan sumber daya manusia (SDM). Sebab seluruh kemajuan itu diletakkan pada paradigma kreativitas, paradigma invency (temuan).

“Jadi invency itu hanya boleh dilakukan oleh manusia. Menemukan sesuatu yang memiliki nilai tambah itu tidak ada yang bisa melakukan kecuali manusia. Untuk itu saya mengharapkan seluruh lulusan menjadi SDM unggul,” ungkap Rektor Unimed Prof Syawal Gultom saat mewisuda 1.742 lulusan di Gedung Serbaguna Unimed, Selasa ( 20/8/2019).

Respon Unimed terhadap paradigma SDM unggul Indonesia maju memang langsung mengubah atau menginovasi kurikulum atau konten.

Sekarang ini di Unimed ada teknological knowledge, konten knowledge dan pedigogical knowledge.Ketiga hal ini ditegasnya harus berintegrasi.

Disebutkannya ketiganya harus berinteraksi misalnya teknological knowledge dengan konten knowledge ada namanya teknological konten knowledge.

Lebih lanjut dikatakannya, Unimed terus mengubah konten, mengubah sumber-sumber yang lebih kompleks.

Disisi lain diungkapnya meskipun konten diubah, pola belajar tidak diinovasikan juga tidak akan maksimal. Sehingga unimed menempuh berbagai cara menginovasi pembelajaran yaitu harus memadukan konvensional atau tatap muka dengan online learning.

Maka respon Unimed sekarang semua mata kuliah di semua prodi disiapkan dengan blendid learning. Sebab blendid learning ini pilarnya itu yang pertama.adalah soal motivasi siswa, Kapasitas dan learning mahasiswa.

Kedua, berapa pun mahasiswa nya dirubah tetapi dosennya tidak diubah tidak ada gunanya makanya agar maksimal dosennya juga harus diubah dengan menginovasi pembelajaran. Semua saling berkaitan. Sehingga pentingnya inovasi.

Selain itu, pihaknya juga mengubah sistem penilaian. Bagaimana pihaknya memastikan menilai soal kompetensi yang dipersyaratkan bentuk output sikap , keterampilan, ilmu pengetahuan harus terukur dengan baik.

Meski perguruan tinggi melahirkan orang pintar tetapi kecintaan terhadap negaranya rendah tidak akan memberi manfaat buat indonesia.

“Karena itu Unimed harus melahirkan orang-orang yang pengetahuan dan keterampilannya hebat dan juga memiliki wawasan kebangsaan, kecintaan tanah air dan dan harus memiliki sikap yang baik terhadap umat beragama,” ungkapnya.

Ini baru dapat bermanfaat bagi Indonesia, dan itu yang disebut SDM Unggul untuk Indonesia Maju,” tandasnya.

Dari 1742 lulusan yang diwisuda itu terdiri FIS 235 , FT 172, FMIPA, 400, FBS , 202, FE, 234 FIK, 115 , FIP, 221 dan PPs sebanyak 163.

Sementara itu, adapun lulusan yang memperoleh indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada wisuda Unimed periode Agustus 2019 yakni Satria Kris Ratna Waruwu (S-2 Administrasi Pendidikan) meraih IPK 3,88, M.S.Sunarya (S-1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar) IPK 3,90, Irma Yunita (S-1 Pendidikan Bahasa Inggris) IPK 3,94, Muhamad Alif Ichsan (S-1 Pendidikan sejarah) dengan IPK 3,92. (rm -04)