Pecahkan Rekor MURI, 6.595 Mahasiswa Baru UINSU Pelopor Pewakif Terbanyak

169956

Medan I rakyatmedan -Sebanyak 6.595 mahasiswa baru Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan pecahkan rekor MURI sebagai mahasiswa Pewakif terbesar.

Rekor ini diperoleh pada saat pelaksanaan di hari pertama Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Kampus I UIN SU, Jalan IAIN Nomor 1 Medan dan juga di Kampus II UIN SU Jalan Willem Iskander Pasar V Medan Estate.

“Pemberian wakaf ini diberikan mahasiswa secara ikhlas dan sukarela kepada lembaga wakaf UIN SU,” kata
Rektor UINSU, Prof. Dr. Saidurrahman, M.Ag, Senin (2/9/2019)

Rektor mengatakan pelaksanaan mahasiswa Pewakif ini diselenggarakan dikarenakan dengan berwakaf artinya mengamalkan ayat yang artinya tangan di atas harus lebih baik dari tangan dibawah. Dan menanamkan mental- mental pemberi kepada mahasiswa.

Dalam kesempatan itu Saidurrahman meyakinkan setahun ini seluruh dosen dan pegawai UINSU langsung dipotong 2,5 persen untuk zakat, infaq dan sedekah.

Dana itu akan digunakan bagi mahasiswa yang tidak mampu. Dia juga meyakinkan dengan adanya zakat ini tidak boleh ada mahasiswa yang drop out karena tidak punya dana. Jika itu terjadi yang paling berdosa adalah rektor.

Dalam hal ini ditegaskannya ia telah menggerakkan semua kekuatan agar dapat membantu mahasiswa yang membutuhkan.

Disebutkannya berdasarkan laporan pihaknya sudah menghimpun Rp 3 milyar dan sudah dibagikan untuk mahasiswa UINSU yang tidak mampu.

Sebelumya dalam kata sambutannya ia mengucapkan selamat bergabung kepada mahasiswa baru di Kampus UINSU yang juara.

“Kita menyebut juara karena bercita cita sebagai Khoirul jamiah, maju, unggul, jaya, bahagia, sejahtera. Juara bukan hanya di lidah tetapi juga dalam amal dan perbuatan,” katanya.

Dikatakannya saat ini sudah menjadi mahasiswa dan punya titel maha di UINSU. Artinya sebagai orang-orang yang cerdas.

” Dengan berkuliah di sini Islam anda adalah semoga menjadi Islam rahmatan Lil alamin,” katanya Saidurrahman dihadapan ribuan mahasiswa baru.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar para mahasiswa baru selalu mendengar semua informasi dan mengkaji semua teori dan mahasiswa harus mengambil yang terbaik.

“Jika kamu melakukan itu Allah akan menjamin posisi anda laksana posisi huruf Lam, naik ke langit. Orang yang berkualitas ini akan berpenampilan tawadhu Laksanakan huruf Mim, turun ke bawah. Hanya orang yang berilmu dan ulama yang takut kepada Allah SWT,” tegasnya.

Manager MURI, Triyono mengungkapkan sangat mengapresiasi program yang digelar UINSU, sebab dengan adanya program ini dikatakannya dapat mengajarkan sejak dini mahasiswa baru untuk berwakaf.

Untuk itu MURI mencatatkan program ini mencapai rekor MURI, ini merupakan yang pertama dan dalam catatan muri belum ada sebelumnya program seperti ini sehingga mahasiswa UINSU merupakan pelopor mahasiswa berwakaf.

“Kita harapkan dengan kegiatan ini dapat ditiru oleh instansi lain atau universitas lain,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan laporan Ketua Panitia kegiatan ini diikuti seluruh mahasiswa baru yang terdiri dari 8 fakultas , jumlah yang mengikuti acara ini 6595 mahasiswa baru.

Pada kegiatan pengenalan budaya akademik kampus dan kemahasiswaan ini ada dua agenda. Pertama dilakukan universitas UINSU.

Pada hari kedua dan ketiga akan dilanjutkan di fakultas masing -masing. Dengan materi yang akan dibawakan dan dikenalkan adalah topik penting menyangkut tentang nasionisme dan kemahasiswaan.

Pertama nanti adalah pengenalan tentang UINSU visi dan misinya, kemudian pengenalan Islam washafiah dan tentang bela negara dan pengenalan 4 pilar kebangsaan. Dan bahaya radikalisme, dan tidak kalah penting tentang bahaya narkoba.

Kegiatan ini dihadiri, Kapoldasu yang diwakil wakapoldasu, Mardiaz Kusin, Pangdam 1 Bukit Barisan, dan jajaran civitas akademika UINSU (rm-04)