Medan | rakyatmedan – Pemko Bandung lakukan kegiatan studi tiru ke Pemko Medan dalam rangka meningkatkan Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS Kota Bandung. Melalui studi tiru ini diharapkan mampu menghentikan segala bentuk stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODHA (penderita HIV/AIDS) serta menjadi salah satu solusi atas permasalahan ODHA di Kota Medan dan Kota Bandung.

Kedatangan rombongan yang diketuai Wakil Walikota Bandung H Yana Mulyana, diterima Walikota Medan Drs H Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Walikota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi di Ruang Rapat I Kantor Walikota Medan, Kamis (05/09/2019).

Didampingi Asisten Umum Kota Medan Renward Parapat, Wakil Walikota mengucapkan terimakasih karena Pemko Medan dipilih menjadi tempat tujuan studi tiru.

”Saya ucapkan selamat datang ke Kota Medan dan terimakasih telah memilih Kota Medan dalam melakukan studi tiru ini,” ucapnya.

Orang nomor dua di Kota Medan itu selanjutnya menjelaskan secara singkat mengenai Kota Medan. Selain memiliki luas wilayah 26.510 hektar, ibukota Provinsi Sumatera Utara ini juga memiliki jumlah penduduk mencapai 2.4 juta jiwa dengan beragam suku, agama dan budaya yang berbeda namun semuanya hidup berdampingan dengan rukun dan damai.

Kemudian, Wakil Walikota mengatakan Elizabeth taylor pernah berkata “it is bad enough that people are dying of aids, but no one should die of ignorance” yang jika diartikan bermakna sudah cukup buruk ketika orang-orang sekarat karena AIDS, namun tidak sepatutnya ada orang yang mati karena ketidakpedulian kita”. Hal ini ia utarakan ketika melihat para penderita HIV/AIDS dijauhi di lingkungan sosialnya. Padahal, yang harus kita jauhi adalah penyakitnya, bukan orang yang menderita penyakit tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa, ODHA adalah manusia yang butuh perhatian kita. Jangan malah karena mereka menderita HIV/AIDS, mereka kita jauhi dan kita perlakukan berbeda dari manusia lainnya. Stigmatisasi dan diskriminasi justru menjadi bagian dari tindakan membunuh penderita dengan cara-cara yang tidak jarang lebih keji daripada daya mematikan penyakit AIDS itu sendiri,” papar Akhyar.

Selain menghadapi virus, jelas Akhyar, beberapa orang yang baru terdiagnosa HIV sebagian besar akan merasa tertekan, bahkan sampai depresi. Hal ini lantaran stigma negatif yang berkembang di tengah masyarakat tentang penyebab penyakit AIDS ini.

“Karena itu, saya mengajak agar orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini jangan dijauhi, sebaliknya harus terus kita semangati agar mereka memiliki asa untuk terus berjuang dalam kehidupannya,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota Bandung H Yana Mulyana menyampaikan ucapkan terimakasih karena telalh menyambut dan menerima kedatangan mereka dengan sangat baik.

Kemudian Wakil Walikota Bandung menjelaskan Pemko Medan sudah sangat baik dalam menanggulangi permasalahan HIV/AIDS di Kota Medan tersebut, atas dasar itulah Pemko Bandung melakukan studi tiru ke Pemko Medan.

“Pemko Medan sudah sangat baik dalam mengatasi dan menanggulangi HIV/AIDS ini, maka dari itu kami ingin berkunjung ke Pemko Medan untuk melakukan studi tiru agar dapat diterapkan di Kota Bandung,” jelasnya.

Selanjutnya, acara ini dilanjutkan dengan pemaparan singkat mengenai penanggulangan HIV/AIDS di Kota Medan oleh Kadis Kesehatan Kota Medan Edwin Effendi. (rm-05)