Rektor USU Serahkan Ijazah Dua Mahasiswa Tewas di Aceh

1159510

Medan I rakyatmedan -Rektor USU Prof Dr Runtung Sitepu SH MHum menyerahkan ijazah sarjana dua mahasiswa yang tewas di Aceh kepada dua abang kandungnya pada wisuda USU periode IV Tahun Akademik 2018/2019 yang digelar  Jumat dan Sabtu (6-7/9/2019) di auditorium kampus USU.

Saat penyerahan kedua ijazah mahasiswa yang tewas itu diwarnai haru dan duka dari kelurga kedua almarhum Antoni Marbun dan Bonano Napitupulu,  mahasiswa Fakultas Kehutanan USU.

Bahkan orangtua keduanya juga hadir tak kuasa menerima ijazah tersebut karena masih sangat berduka.

Rektor USU dalam sambutannya menyatakan turut haru dan diselimuti rasa duka mendalam atas meninggalnya dua mahasiswa yang tewas beluml ama ini di Aceh.

“Atas nama pimpinan dan segenap keluarga besar USU, saya mengucapkan turut berdukacita kepada orangtua dan keluarga kedua mahasiswa yang hadir. Semoga keduanya mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kesabaran dan kekuatan,” ucap Rektor.

Pada kesempatan itu Rektor juga memberikan penghargaan kepada Syafrizal Helmi Situmorang, meraih caumlaude dengan IPK 4.00 berasal dari Program Studi Ilmu Manajemen dengan masa studi 2 Tahun 9 Bulan.

“Hingga saat ini jumlah lulusan USU adalah sebanyak 212.523 orang,” sebut Rektor.

Rektor Prof Runtung mengatakan USU terus berbenah diri dan bekerja keras dalam berbagai bidang untuk mengejar ketertinggalan beberapa tahun ke belakang dari PTN-BH lainnya.

Kerja keras itu tentu melibatkan seluruh unsur pimpinan dan civitas akademika sehingga dapat berdiri sejajar dengan universitas terkemuka di Indonesia lainnya.

USU telah berhasil masuk dalam klaster 1 Daftar Pemeringkatan Perguruan Tinggi di Indonesia dan duduk di peringkat 13. Posisi ini naik 2 peringkat dari tahun sebelumnya di 2018 yang menduduki peringkat ke 15.

Meskipun begitu, pada tahun 2018 itu, dengan posisi ke-15, USU merupakan pemuncak peringkat dalam klaster II.

“Apa yang telah diraih USU merupakan sebuah lompatan jauh bila dilihat kembali ke belakang, di mana pada  2015 kita hanya ada di peringkat 38. Lalu pada 2016 kita duduk di peringkat 29, dan terus melompat ke peringkat 19 pada tahun 2017,” katanya.

Dengan demikian, USU telah naik sebanyak 25 peringkat dalam 4 tahun. Semoga pada tahun depan, dengan kerja keras bersama USU akan mampu masuk dalam peringkat 10 besar.

Peningkatan juga terjadi dalam hal peringkat dan jumlah publikasi ilmiah USU pada database Scopus Indonesia, yang dihasilkan para dosen USU.

Saat ini USU sudah berada pada peringkat 8 untuk perolehan jumlah publikasi ilmiah terindeks scopus pada jajaran perguruan tinggi di Indonesia, di luar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Peringkat ini baru saja didapatkan Universitas Sumatera Utara, di mana sebelumnya selama beberapa waktu USU berada pada peringkat 10.

Data terakhir hingga akhir Agustus 2019, jumlah publikasi yang dihasilkan USU sudah mencapai  3.576 artikel secara kumulatif.

Sementara jumlah  publikasi terindeks scopus yang dihasilkan untuk 2019 ini, terhitung hingga Agustus 2019 sudah mencapai 693 artikel.

Sementara itu, dalam database Sinta Indonesia, USU juga naik ke peringkat 4 dalam jajaran 100 Top Affiliation untuk penilaian 3 tahun terakhir, yakni tahun 2017-2019.

Sementara pada periode 3 tahun sebelumnya, yakni pada 2016-2018, USU berada pada peringkat 5 dalam jajaran 100 Top Affiliation SINTA (Science and Technology Index) merupakan portal yang berisi tentang pengukuran kinerja Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang meliputi antara lain kinerja peneliti, penulis, author, kinerja jurnal dan kinerja institusi Iptek.

Sebelumnya, didasarkan atas hasil publikasi yang dicapai USU tersebut, pada April 2019 yang lalu, Scimago sebagai salah satu institusi pemeringkatan dunia menempatkan USU pada peringkat 1 perguruan tinggi di Indonesia.

Naik dua peringkat dari 2018, di mana USU hanya berada pada peringkat ke 3. Berarti USU mengalami peningkatan sebanyak dua peringkat. Sementara pada peringkat dunia, USU berhasil menduduki peringkat 536  dari sebelumnya di peringkat 674.

Dalam pemeringkatan yang dilakukan Webometrics Indonesia pada Januari 2018, USU berada pada peringkat 33, lalu pada Juli 2018 naik ke peringkat 20. Kemudian pada Januari 2019 naik ke peringkat 18.

“Alhamdulillah pada Juli 2019 lalu, USU berada di peringkat 10 daftar pemeringkatan perguruan tinggi versi Webometrics Indonesia, ” katanya.

Dari 156 program studi yang ada di USU yang telah mendapatkan akreditasi A hingga Agustus 2019 berjumlah 68 program studi.

Sementara yang mendapatkan akreditasi B sebanyak 82 program studi.

Jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya di 2018 yang berakreditasi A sejumlah 63 program studi, di 2017 sebanyak 46 program studi dan 23 program studi di 2016.

” Maka jika dihitung dari 2016, kenaikan jumlah program studi yang terakreditasi A di USU sebanyak 45 program studi,” ungkap Runtung

Pada 2019, USU mendapatkan tambahan akreditasi A  untuk 7 program studi, yakni ; Program Studi D3 Keuangan (12 Maret 2019)
Program Studi S1 Teknologi Informasi (9 April 2019), Program Studi S1 Ilmu Komputer (21 Mei 2019) .

Kemudian Program Studi S2 Ilmu Peternakan (9 April 2019), Program Studi S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Pedesaan (30 April 2019),  Program Studi D3 Analis Farmasi dan Makanan (28 Juli 2019), Program Studi S2 Manajemen Properti dan Penilaian (25 Juni 2019).

Prestasi juga diukir mahasiswa pada 2018, di tingkat nasional berhasil diraih 60 medali emas dan di tingkat internasional meraih 21 medali emas.

Sementara hingga Agustus 2019 ini telah diraih 42 medali emas dari kompetisi di tingkat nasional dan 15 gold medal di tingkat internasional. (rm -04)