Medan I rakyatmedan -Tourism Malaysia Medan bersama dengan industri pariwisata dari Malaysia yang terdiri dari hotel, rumah sakit, produk pelancongan dan perusahaan travel menggelar VM2020 Travel Mart, di Hotel Santika Premiere Dyandra Medan, Kamis (12/09/2019).

Acara ini diresmikan Senior Deputy Director International Promotion ASEAN Azilina Azni Zainal Abidin, didampingi Deputy Director Tourism Nialaysia Medan Zarina Johari, dan Ketua ASTINDO Sumatera Utara Willy Sihombing.

Acara VM2020 Travel Mart ini adalah rangkaian dari roadshow Tourism Malaysia, yang sebelumnya telah diadakan di Kota Palembang, pada Selasa, 10 September 2019 lalu.

“Visit Malaysia 2020 campaign adalah kesempatan untuk menarik lebih ramai pengunjung, sesuai dengan misi pemerintah untuk menjadikan Malaysia tujuan ataupun pilihan utama bagi para wisatawan dan bisnis, yang mana target pemerintah adalah mencapai 30 juta kedatangan wisatawan internasional dan pendapatan pariwisata RM100 Miliar di 2020,” kata Azilina.

Pada event ini, Tourism Malaysia turut meluncurkan paket KL & Beyond dan MYES (paket 4H3M dan 3H2M) bagi menggalakkan lagi promosi Tahun Kunjungan Wisata Malaysia 2020.

“VM2020 Travel Mart di Medan ini adalah salah satu bentuk komitmen Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya dan juga Tourism Malaysia dalam memberikan info-info yang diperlukan bagi industri pelancongan yang ada di Kota Medan,” kata Azilina.

Pada 2018, sebanyak 3.3 juta wisatawan dari Indonesia melancong ke Malaysia. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 17.2%.

Dari Januari – Juni 2019 sebanyak 1,857,864 wisawatan dari Indonesia telah berlibur ke Malaysia berbanding dengan periode yang sama tahun 2018, yakni 1,615,210 wisatawan dari Indonesia ke Malaysia, meningkat sebanyak 15%, dengan pendapatan sebesar RM5.71 Miliar pada periode Januari – Juni 2019.

Sementara itu, sepanjang 2018, Tourism Malaysia telah menerima pendapatan dari wisatawan Indonesia sebesar RM11,072 Miliar, dimana angka ini mengalami peningkatan yang cukup besar, yaitu sebesar 30.5% dibandingkan tahun 2017.

Tentunya ini mengukuhkan Indonesia di posisi ke-2 dengan jumlah wisatawan terbanyak dan pendapatan terbesar untuk Malaysia.

Logo VM2020 sendiri telah diluncurkan Perdana Menteri Tun Dr. Mahathir Mohamad pada 22 Juli 2019. Ini merupakan kreasi dari desainer grafis Malaysia, Alfred Phua Hong Fook, yang memenangkan kompetisi mencipta logo VM2020 pada Maret 2019 lalu.

Logo VM2020 ini menampilkan ikon-ikon Malaysia yang terkenal seperti burung enggang dan bunga raya, dengan nuansa warna yang terdapat pada Jalur Gemilang (Bendera Nasional Malaysia).

Dengan tagline Visit Truly Asia Malaysia 2020, fokus pemerintah di tahun 2020 adalah ekowisata, seni, dan budaya.

“Kami berterima kasih atas dukungan para agent, media dan masyarakat Sumut selama ini. Kami juga berharap pelancongan Malaysia dan Indonesia Khususnya Medan, Sumatera Utara akan lebih sukses lagi dalam meningkatkan wisatawan,” harap Azilina. (rm-04)