Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Bahrawi

Jakarta | rakyatmedan – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Bahrawi sebagai tersangka dalam kasus suap dana hibah KONI. Imam diduga menerima uang suap dalam pencairan dana hibah.

KPK tak menutup peluang penetepan tersangka berdasarkan fakta persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Uang diterima oleh Imam melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum dan staf protokoler Kemenpora RI, Arief Susanto. Uang itu disebut jaksa lembaga antirasuah untuk kepentingan Imam Nahrawi.

“Setelah mencermati fakta-fakta yang berkembang di persidangan, KPK menemukan adanya bukti permulaan yang cukup dan melakukan penyidikan. KPK menemukan adanya dugaan penerimaan hadiah dan menetapkan dua orang sebagai tersangka yakni IMR (Imam Nahrawi) Menteri Pemuda dan Olahraga dan MU (Miftahul Ulum) asisten pribadi Menpora,” ujar Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata.

Penentapan tersangka atas Imam Nahrawi buntut pengembangan penyelidikan KPK setelah sebelumnya asisten pribadi Imam, Miftahul Ulum seusai diperiksa.

“Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu malam (11/09/2019).

Uang tersebut diduga merupakan fee yang diminta oleh Kemenpora karena telah mengabulkan pemberian dana melalui proposal yang diajukan oleh KONI.

Semula, KONI mengajukan proposal bantuan dana hibah dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Hibah yang diajukan sekitar Rp51 miliar lebih, tetapi yang direalisasikan mencapai Rp30 miliar.