Medan I rakyatmedan– Politeknik Wilmar Bisnis Indonesia (WBI) berkeinginan membantu pemerintah supaya tidak terjadi ketergantungan pangan impor, salahsatunya impor tepung terigu.

Upaya itu dilakukan dengan pengembangan pengolahan ubi kayu menjadi mocaf (modified cassava flour) atau modifikasi tepung ubi kayu untuk menyamai sifat fisik tepung terigu.

“Ini cocok untuk potensi pangan alternatif. Sebenarnya dari dulu ubi kayu itu pangan, tapi menggunakan ubi kayu sebagai mocaf merupakan hal yang baru. Mocaf juga bisa jadi substitusi atau pengganti dari penggunaan tepung terigu,” kata Direktur Politeknik WBI Dr Ir Jenny Elisabeth MS melalui Sekretaris Aldon MHP Sinaga MMA di kampus Jalan Batu Sihombing Medan Estate, Deli Serdang, Sabtu (21/9/2019).

Menurut Aldon, modifikasi ubi kayu itu sudah sangat tepat dengan spirit Hari Pangan Sedunia yang akan diperingati pada Oktober mendatang. Apalagi temanya tahun ini di Indonesia adalah pangan alternatif dan substitusi pangan impor.

Didampingi Amelira Haris Nasution, dosen Agribisnis Hortikultura Politeknik WBI, Aldon mengungkapkan tahun depan mocaf yang digarap pihaknya akan masuk ke produk turunan mocaf.

“Kalau peneliti di Jawa sudah sampai ke tahap pengolahan mie instan yang 60 persen bahannya mocaf. Ini berarti kurangi penggunaan tepung terigu,” tuturnya.

Menurut Aldon, Sumut harusnya bisa menggantikan penggunaan terigu karena oleh-oleh khas Sumut biasanya berbahan dasar tepung terigu, seperti bika ambon dan bolu gulung.

Dia juga melihat beberapa kota di Indonesia komoditi alternatifnya menggunakan bahan dasar tepung terigu.

Untuk itu, Politeknik WBI mengapresiasi dosennya, Amelira Haris Nasution, yang melakukan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) untuk meningkatkan pendapatan petani ubi kayu di Desa Petapahan Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang.

Menurutnya, kegiatan itu sejalan dengan tujuan kampus ini yang membangun entrepreneurship ekonomi untuk kemandirian, termasuk kemandirian pangan.

Dengan adanya mocaf ini, kata Aldon berarti muncul usaha baru yaitu membuat tepung mocaf. Jadi bicara industri tepung terigu pasti berkaitan dengan industri besar. Tapi, kalau mocaf muncul bisa jadi kelas industri UMKM bagi masyarakat biasa.

Sedangkan Amelira Haris Nasution yang dipercaya sebagai ketua pada program ini menuturkan, kegiatan PKM dilakukannya di Desa Petapahan itu
didanai Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristek Dikti.

Kehadiran Politeknik WBI di desa tempat pelaksanaan PKM itu, kata Amelira, melatih para petani perempuan untuk mengolah ubi kayu menjadi mocaf.

Disebutkannya pada tahun lalu juga dilakukan pelatihan di Patumbak. Bedanya, kalau tahun lalu untuk petani umum, sekarang di Desa Petapahan Lubuk Pakam dikhususkan untuk petani perempuan saja.

Amelira sebagai Ketua Pengusul dalam kegiatan itu didampingi dosen Prodi Akuntansi Keuangan Politeknik WBI Nirmala Purba SE MA.

Selain pelatihan yang dilaksanakan 25-26 Juli juga penyerahan alat pengolahan berupa alat penepung dan pencacah ubi kayu serta ovennya pada 29 Agustus lalu. Sedangkan pendampingan setiap minggu dilakukan.

Amelira menuturkan alasan melaksanakan PKM itu karena prospek pengembangan pengolahan hasil pertanian (agroindustri) berbasis inovasi menjadi kegiatan yang layak untuk dicoba dan diterapkan pada berbagai produk hasil pertanian, salah satunya ubi kayu.

“Ubi kayu punya nilai strategis untuk dilakukan pengolahan menjadi mocaf,” ujarnya.

Dia menilai, kegiatan pengolahan ubi kayu menjadi mocaf merupakan hal baru bagi petani perempuan yang ada di Desa Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam.

Pengolahan ubi kayu menjadi mocaf dan berbagai potensi produk turunannya, menurutnya, belum diketahui petani khususnya petani mitra dan kelompok petani perempuan.

Meskipun demikian, berdasarkan hasil survey pendahuluan, petani mitra dan kelompoknya memiliki ketertarikan melakukan pengolahan ubi kayu, khususnya untuk membuka peluang usaha baru sebagai upaya meningkatkan pendapatan mereka sebagai petani perempuan.

Amelira mengungkapkan, kali ini pihaknya berencana jajaki turunan mocaf, seperti mie, kue kering dan sebagainya. (rm-04)

Teks foto:
Dosen Agribisnis Hortikultura Politeknik WBI, Amelira Haris Nasution, melakukan pelatihan dan pendampingan kepada petani perempuan di Desa Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam mengolah ubi kayu menjadi mocaf, dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat didanai DRPM Kemenristek Dikti