Deliserdang I rakyatmedan -Bank Indonesia meresmikan laboratorium mini (mini lab) MA 11 Kelompok Tani (Poktan) Juli Tani di Desa Sidodadi Ramunia, Kecamatan Beringin, Deliserdang, Senin (30/9/2019).

Lab mini tersebut yang merupakan kerjasama dengan Pemprovsu dan Pemkab Deliserdang diresmikan
Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat dan Gubsu Edy Rahmayadi serta Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sumut, Wiwiek Sisto Widayat menuturkan, mini lab tersebut didirikan guna meningkatkan produksi pertanian dan pengembangan pertanian organik.

Mini lab itu menggunakan microbactery alfaafa (MA 11) yakni decomposer inovatif yang dapat memfermentasi bahan kompos padat, hanya dalam waktu 1×24 jam.

“MA 11 merupakan mikroba pengurai yang dapat mempercepat proses pembuatan kompos dan pakan ternak yang dapat digunakan untuk produk perkebunan, pertanian dan perikanan bahkan pertanian organik. Ini akan terus kita kembangkan untuk meningkatkan produksi pertanian kita,” jelasnya.

Selain mini lab, sambungnya, Poktan Juli Tani yang sudah dibina BI sejak 2017 juga sudah memiliki Sub Terminal Agribisnis (STA)
yang digunakan untuk menampung hasil panen petani dan memutus mata rantai tengkulak.

Dengan harapan, Poktan Juli Tani bisa menjadi percontohan klaster cabai merah dan padi di Deliserdang untuk wilayah Sumut.

“Nantinya semua klaster bisa belajar disini, bahkan beberapa TPID sudah belajar kemari dan sudah dijadikan tempat praktek kerja lapangan (PKL) oleh sejumlah mahasiswa,” katanya.

Keseluruhan lahan Poktan Juli Tani ada sekitar 48 hektar, di mini lab ini terdapat dua kuintal MA 11 yang dapat digunakan untuk 200 hektar. Jadi, sisanya bisa dijual petani untuk menambah pendapatan.

Ia menyebutkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemprovsu dan pihak-pihak terkait. Bahkan, Gubernur Sumut berkomitmen untuk menambah mini lab serupa di sentra-sentra produksi pertanian seperti Karo ataupun Humbahas.

Ketua Poktan Juli Tani, Yareli menuturkan, dengan adanya mini lab MA 11 itu, diharapkan tanaman pertanian menjadi semakin sehat karena memang Poktan Juli Tani sudah menerapkan pertanian organik.

“Jadi, dengan mini lab ini penggunaan pupuk kompos dan treatment terhadap lahan menjadi lebih maksimal. Untuk keseluruhan lahan ada 48 hektar yang terdiri dari 32 hektar cabai merah dan 16 hektar padi. Dari 32 hektar, baru lima hektar yang sudah ditanami secara organik,” katanya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan panen cabai merah yang dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, Wakil Bupati Deliserdang Ali Yusuf Siregar,
Kepala Bulog Divre I Sumut, Basirun dan sejumlah tamu undangan lainnya. ( rm -04)