Jakarta | rakyatmedan – Pemerintah menambah penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud sebanyak Rp4,999 miliar saham Seri B pada PT Kimia FarmaTbk dan Rp2,499 miliar saham Seri B pada PT Indonesia Farma Tbk, yang telah ditempatkan dan disetor penuh oleh negara.

Penambahan modal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 76 Tahun 2019 yang telah ditandatangani pada 15 Oktober 2019 oleh Presiden Joko Widodo.untuk memperkuat struktur permodalan dan meningkatkan kapasitas usaha PT Bio Farma.

“Dengan pengalihan saham Seri B, negara melakukan kontrol terhadap Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kimia Farma Tbk dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Indonesia Farma Tbk melalui kepemilikan saham Seri A dwi warna dengan kewenangan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar,” bunyi Pasal 3 PP ini.

Dengan penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud, menurut PP ini, mengakibatkan: a. Status Perusahaan Perseroan (Persero) PT Kimia FarmaTbk dan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Indonesia Farma Tbk berubah menjadi perseroan terbatas yang tunduk sepenuhnya pada Undang-Undang Nomor 40Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma menjadi Pemegang Saham PT Kimia Farma Tbk dan PT Indonesia Farma Tbk. “Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 6 Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2019.