Palembang | rakyatmedan – PSMS Medan dipaksa main imbang 1-1 Persik Kediri pada laga perdana Grup B Babak Perempat Final Liga 2 2019 di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, Minggu (10/11/2019).

Sempat tertinggal lewat gol gelandang Persik, Galih Akbar Febrian pada masa injury time babak pertama. Ribak Sude -julukan PSMS Medan- berhasil menyamakan kedudukan pada menit 83 lewat tendangan penalti Eki Fauzi Sanjaya. Sebelumnya tim hijau dapat penalti setelah pemain belakang Persik dianggap melakukan hans ball di kotak terlarang.

Usai laga Pelatih Kepala PSMS Medan, Jafri Satra mengaku bersyukur.

“Apapun hasilnya tetap harus kita syukuri hasil pertandingan hari ini,” kata Jafri Sastra dalam sesi post match press conference di Media Center Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring.

Lanjut mantan pelatih PSIS Semarang ini, Legimin Raharjo dan kawan-kawan bermain kurang baik pada babak pertama. Beruntung pada babak kedua bisa kembali menemukan performa terbaiknya.

“Pada babak pertama kita tidak bisa bermain baik. Kami kecolongan pada masa injury time. Babak kedua kami main bagus babak banyak peluang, namun hasilnya imbang,” tambah dia.

Penalti didapat PSMS Medan setelah Natanel Siringo Ringo penyerangnya melepaskan tembakan tapi mengenai tangan bek Persik. Natanel sendiri merupakan pemain pengganti yang masuk pada menit 67 menggantikan Ilham Fathoni.

“Kita masukkan Natanael pada babak kedua bagian dari strategi. Siapapun pemain masuk pada menit keberapa harus punya kontribusi,” tambah dia.

Jafri Sastra mengakui jika laga perdana memang tidak mudah. “Pertandingan perdana memang sulit. Sedikit kesalahan mental lawan jadi naik begitu juga sebaliknya,” tukas dia.

Sementara itu, Ilham Fathoni penyerang PSMS Medan mengatakan pada babak pertama timnya kurang menguasai pertandingan.

“Babak kedua bisa mengendalikan. Insya Allah laga selanjutnya ingin memperbaki penampilan kami,” tujar dia.