Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi (kiri) dan Presdir PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh (kanan) menunjukkan cetakan sarung tangan di pabrik kedua perusahaan itu di Desa Dalu X A Tanjung Morawa
Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi (kiri) dan Presdir PT Mark Dynamics Indonesia Tbk Ridwan Goh (kanan) menunjukkan cetakan sarung tangan di pabrik kedua perusahaan itu di Desa Dalu X A Tanjung Morawa

Deliserdang I rakyatmedan-Dynamics Indonesia Tbk manfaatkan gas bumi dalam operasonal perusahaannya. Pasalnya selain harga gas bumi lebih murah juga penggunaannya lebih efisien.

“Untuk itu kita menjalin kerjasama dengan Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN),” kata Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Tbk Ridwan Goh saat kunjungan PGN ke pabrik tersebut di Desa Dalu X A Tanjung Morawa, Kamis (14/11/2019).

Menurut Goh perusahaan PT Mark Dynamics Indonesia merupakan pabrik yang memproduksi cetakan sarung tangan yang berbahan baku keramik. Perusahaan yang
didirikan pada 2002 ini mulai operasional setahun berikutnya pada 2003.

“Saat ini pabrik pertama menyerap tenaga kerja 1.000 orang lebih dan pabrik kedua sekira 150 orang. Mark Dynamics masuk bursa tahun 2017,” kata Goh.

Disebutkan Goh, pihaknya memakai gas PGN karena pembakarannya yang membutuhkan panas. Penting gas bumi untuk pembakaran sempurna.

“Kini produksinya 98 persen diekspor diantaranya 60 persen ke Malaysia, sisanya ke Thailand, Vietnam dan ChinaTahun depan lebih meningkatkan pasar ke China mencapai 10-15 persen karena potensi sarung karet di negara Tirai Bambu itu makin besar.

Goh memaparkan pemakaian gas bumi PGN sekira 11.000 MMBTU per bulan. Kalau operasionalnya penuh di dua pabrik ini bisa 18.000 MMBTU per bulan.

“Kita proyeksikan tahun depan laba perusahaan mencapai Rp88,5 miliar, Jumlah meningkat dibanding pada 2018 yang berkisar Rp65 miliar,” ungkapnya.

Sementara itu Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi menyebutkan dengan kerjasama PT Mark Dynamics Indonesia Tbk dalam hal transaksi gas bumi, maka diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Sumatera Utara.

“Kami mengapresiasi dan senang kerjasama dengan Mark Dynamics. Pasokan gas ke perusahaan ini diharapkan meningkatnya kinerja perusahaan tersebut,” ujarnya.

Dikatakannya produksi cetakan sarung tangan karet saat ini terus berkembang pesat yang gilirannya ikut mendorong perekonomian Sumut.

“Mark Dynamics katanya selain padat modal, juga padat karya yang merekrut banyak tenaga kerja. Cetakan sarung tangan ini memang butuh olesan tangan manusia, jadi handmade,” kata Saeful.

Saeful menyebut PGN telah mengaliri gas bumi ke Mark Dynamics setelah selesainya pembangunan Pipa Gas Bumi ke perusahaan itu sehingga gasnya sudah dapat digunakan untuk oprasional pabrik maka akan meningkatkan daya saing perusahaan tersebut.

Sedangkan pabrik pertama Mark Dynamics yang berada KIM Star Tanjung Morawa sudah duluan menggunakan gas bumi PGN. Kedua pabrik tersebut menggunakan gas bumi sebagai bahan bakarnya.

“Ini membuktikan eksistensi PGN di tengah masyarakat kita masih dipercaya untuk memenuhi kebutuhan akan bahan bakar sebagai solusi dalam menjawab segala tantangan yang ada di masyarakat dan dunia usaha,” ujarnya.

Untuk bahan bakarnya menggunakan gas bumi dimana sebelumnya menggunakan bahan bakar lain. Peralihan penggunaan bahan bakar ini, dikarenakan PT Mark Dynamics Indonesia Tbk sudah merasakan manfaatnya. Mulai dari keamanan, efisien dan ramah lingkungan di pabrik yang pertama.

Saeful mengatakan untuk menyalurkan gas ke PT Mark Dynamick Tbk, pihaknya membangunan infrastruktur berupa  jaringan pipa gas di sekitar Jalan Kualanamu Bypass Kecamatan Tanjung Morawa sepanjang 4.500 meter dalam waktu hampir 3 bulan.

Dengan selesainya pembangunan infrastruktur ini maka industri – industri yang ada di sekitar pipa jaringan gas ini dapat beralih menggunakan gas bumi.

Potensi gas bumi PGN sangat besar sekali. Kapasitas gas bumi PGN saat ini mencapai 40-an MMFCMD per hari, sedangkan yang terjual per hari masih 13,5 MMBTUD. Gas bumi PGN berasal dari Pangkalan Susu, Belawan yang sumbernya dari sumur-sumur di  Aceh.

Di Mark Dynamics,  unuk tahap awal pabrik kedua ini akan memakai 66.000 m3 atau 2.588 MMBTU /bulan, akan naik bertahap sampai dengan 510.000 m3 atau 20.000 MMBTU /bulan. (rm-04)