Parapat I rakyatmedan -Media massa berperan terhadap hasil penelitian dari perguruan tinggi. Karenanya keberadaan media masih dibutuhkan untuk mempublikasikan hasil riset tersebut agar diiketahui masyarakat.

“Selama ini pemberitaan tentang pendidikan di media masih rendah. Bahkan hasil penelitian profesor dan mahasiswa banyak disimpan di kampus,” ungkap Excecutive Producer BeritaSatu TV Denny Setiawan S Sos MKom pada kemah kerja jurnalistik bagi jurnalis kampus kantor humas, protokoler dan promosi USU di Hotel Niagara, Parapat.

Selian itu kampus juga tidak mempublikasikan hasil penelitian, kecuali ada penelitian yang aneh atau memenangkan lomba. Dia menilai berita pendidikan di Indonesia didominasi berita penerimaan mahasiswa baru.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat dan Minggu (15-17/11/2019) itu diikuti para jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan online.

Sedangkan pembicara selain menghadirkan Denny Setiawan juga Ketua Persatuan Wartawan Indinesia (PWI) Sumut Hermansjah SE dan Dekan Fisipol USU Dr Muriyanto Amin S.Sos MSi.

Denny menilai perlu sinergi antara kampus dengan media guna mewujudkan paradigma baru yakni sama-sama berusaha saling meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat Indonesia dengan informasi tentang pendidikan dan hasil penelitian.

“Keberadaan media dalam mempublikasikan berita-berita pendidikan dibutuhkan dan penilaian publik yang menentukan. Bagaimana publik tahu, tentu dari media.  Makanya USU tidak bisa lepas dari media. Peran dari media sangat dibutuhkan, ” jelasnya.

Denny yang menyampaikan materi media dan perguruan tinggi, Sinergi untuk Peradaban menambahkan, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya pemberitaan pendidikan antara lain media tidak memberikan fokus utama berita pendidikan.

Kondisi itu juga terjadi katanya kemungkinan saat berita diterbitkan sedikit yang membaca. Sehingganya hanya beberapa media yang khusus memberitakan pendidikan.

Menurutnya isu pendidikan masih kalah dibandingkan isu politik dan kriminal. Sehingga publik tidak tertarik dengan berita pendidikan.

Bahkan berita USU muncul tidak terkait dengan pendidikan.  Misalnya berita kecelakaan yang terjadi di kawasan USU.  Tentu tidak terkait dengan kinerja dan prestasi dari kampus tersebut.

Denny juga menyebutkan hasil riset di Amerika pada 2019, porsi berita pendidikan hanya 1,4 persen.  Angka tersebut tidak jauh berbeda dengan Indonesia meski belum ada penelitiannya.

“Keberhasilan USU dari upaya civitas akademika tidak ada apa-apanya tanpa dipublikasikan. Makanya USU tidak bisa lepas dari media. Peran dari media sangat dibutuhkan, ” jelasnya. ( rm-04)