Medan I rakyatmedan – PT Permata Graha Nusantara (PGN) Mas siap bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam pengelolaan arsip di kampus.

“Saat ini kami masih fokus bisnis pengelolaan arsip di instansi pemerintahan, termasuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Namun tidak tertutup kemungkinan akan melakukan pengembangan ke perguruan tinggi,” kata Departemen Head Commercial PGN Mas Martas Bony Setiawan, Rabu (20/11/2019).

Menurutnya, perguruan tinggi juga memiliki banyak arsip yang saat ini masih dikelola sumber daya manusia masing- masing dari perguruan tinggi tersebut.

“Jika pihak perguruan tinggi itu meminta kita untuk turut mengelola arsipnya, kenapa tidak. Kita siap meski saat ini lebih fokus ke instansi pemerintahan ataupun BUMD termasuk di Sumut ini,” katanya

Pada pertemuan dengan sejumlah jurnalis di Berastagi belum lama ini, Bony mengaku akan mengembangkan jaringan bisnis ke Sumatera Utara karena dinilainya daerah ini memiliki potensi besar untuk pengembangan bisnis pengelolaan arsip.

Disebutkannya, instansi pemerintahan ataupun BUMD memiliki kewajiban menjaga arsip untuk jangka waktu lama secara baik dan lengkap.

Dia menilai ada pengelolaan arsip di salahsatu instansi pemerintah daerah belum diperlakukan dengan baik dan benar. Bahkan arsipnya diletakkan begitu saja.

Keberanian PGN Mas menyasar bisnis kearsipan di Sumut, katanya karena belum banyak perusahaan yang melirik sektor ini. Padahal, potensinya cukup besar.

Untuk bisa menggarap pasar di Sumut, pihaknya dalam waktu dekat akan memberi pelatihan bagi staf yang ada di Medan sehingga bisa melakukan pendekatan.

Diakuinya karena keterbatasan pegawai di Jakarta sedangkan pasar masih cukup besar maka ke depan pihakny akan beri pelatihan bagi staf yang ada di daerah.

Dijelaskan Bony, maanfaat dan keunggulan pengelolaan arsip yang ditawarkannya adalah arsip yang diinginkan bisa ditemukan dalam waktu cepat secara online.

Baginya selama memiliki jaringan internet dan otorisasi, maka file yang dibutuhkan bisa ditemukan.

Sejauh ini PGN Mas sudah mengelola arsip milik 15 instansi pemerintah daerah, BUMN mau pun BUMD. (rm-04)