Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes dan Direktur Life Saving Training Centre Dr Ananda Rajan B.Eng MD DIC MSc saat memperlihatkan naskah MoU usai ditandatangani keduanya.
Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes dan Direktur Life Saving Training Centre Dr Ananda Rajan B.Eng MD DIC MSc saat memperlihatkan naskah MoU usai ditandatangani keduanya.

Medan Irakyatmedan– Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan tandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Action (MoA) dengan Life Saving Training Centre Singapura di kampus tersebut Jalan Pintu Air IV Kwala Bekala, Medan Johor, Jumat (22/11/2019).

Penandatanganan MoU itu juga dilakukan bersama 13 institusi lainnya yang ada di regional Indonesia tergabung dalam Asosiasi Institusi Pendidikan Vokasi Keperawatan Indonesia (AIPViKI)

Pada penandatangan MoU dan MoA dirangkai dengan kuliah Umum tentang penyakit diabetes yang disampaikan Direktur Life Saving Training Centre Dr Ananda Rajan B.Eng MD DIC MSc.

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Siti Nurmawan Sinaga SKM MKes mengatakan penandatanganan yang dilakukan di kampusnya merupakan atas kesepakatan bersama dengan 13 perguruan tinggi lainnya.

Siti Nurmawan Sinaga usai penandatangan naskah kerjasama didampingi Ketua STIKes RS Haji Medan Hj Masdalifah Pasaribu S Kep , SKM, M Kes berharap dengan kerjasama itu dapat membuka jaringan bagi alumni untuk bekerja di luar negeri.

“Dengan dilakukannya MoU ini kita harapkan alumni bisa lebih mudah dapatkan kerja di luar negeri melalui pelatihan, kunjungan atau kerjasama dengan institusi yang ada di luar negeri, seperti Singapura,” kata Siti.

Seiring dengan tuntutan dan persaingan yang sangat kompetitif, Siti berharap kerjasama ini nantinya memberikan manfaat bagi institusi maupun alumni, sehingga bisa juga berdampak positif bagi peningkatan akreditasi.

Ketua AIPViKI Regional I Sumut Hj Johani Dewita Nasution MKes mengatakan tujuan kerjasama antara perguruan tinggi dalam negeri dengan pihak luar negeri untuk meningkatkan mutu lulusan dan prodi kebidanan/keperawatan serta institusi.

“Sebagai pengelola institusi, kita dituntut untuk lebih prioritaskan outcome,” ujarnya.

Ini lantaran kebutuhan pasar kerja akan lulusan Keperawatan semakin menuntut kualitas lulusan yang dapat bersaing di pasar kerja global.

Penandatangan naskah kerjasama dirangkai dengan Kuliah Umum itu menurutnya juga untuk mendukung visi dan misi AIPViKI yakni mengawal dan mengembangkan pendidikan tinggi vokasi keperawatan global dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

Diungkapkannya, AIPViKI Regional I akan tetap bekerjasama dengan menggelar seminar internasional bersama 14 institusi yang bergabung.

Johani Dewita mengakui ada beberapa standar dari Life Saving Training Centre yang belum dipenuhi AIPViKI.

Menurutnya, kegiatan yang digelar di STIKes Mitra Husada Medan ini merupakan salah satu awal yang baik untuk memenuhi standar tersebut.

Sehingga, kata dia, ke depannya institusi-institusi yang ada di Indonesia bisa kirim tenaga kebidanan dan keperawatan ke negara Singapura.

“Jadi, yang kita lakukan hari ini bukan sekedar MoU dan MoA,” ucapnya.

Selain STIKes Mitra Husada Medan, 13 institusi lainnya yang melakukan MoU dan MoA itu yakni Akademi Keperawatan Sehat Binjai, STIKes Putra Abadi Langkat, Akper Kesdam 1/BB Medan.

Kemudian STIKes RS Haji Medan, STIKes As Syifa Kisaran Kabupaten Asahan, Akbid Hafsyah Medan, STIKes Medistra Indonesia Jakarta, Universitas Dharma Agung, STIKes Flora Medan, Akbid Kholisatur Rahmi Binjai, Akbid Madina Husada, STIKes BSM, dan Universitas Aufa Royhan Padang Sidempuan. (rm-04)