Medan I rakyatmedan -Untuk menangkal ancaman paham ekstremisme dan terorisme di dunia kampus, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU),
menekankan ideologis kebangsaan kepada mahasiswa melalui kurikulum dan kegiatan mahasiswa.

“Kita juga terus melakukan upaya penguatan faham washatiyah,”ungkap Rektor UINSU, Prof Dr Saidurrahman M.Ag pada pidato wisuda ke 72 di Gelanggang Mahasiswa UINSU, Medan, Senin (25/11/2018).

Menurut Prof Saidurrahman, bagi civitas akademika, pihaknya juga melakukan penguatan hubungan antara dosen dan mahasiswa, tenaga pendidik serta alumni.

Hubungan harus terus diperkuat, sehingga celah-celah faham ekstremisme dapat ditangkal lebih dini.

Sedangkan di luar kampus, katanya ancaman terorisme juga dapat diredam dengan memperkuat, menghidupkan dan melestarikan budaya lokal yang selama ini menjadi salah satu sumber kearifan masyarakat.

“Bangsa ini punya segudang kearifan . Budaya-budaya lokal yang sangat menekankan persaudaraan, saling asah, asih dan suh antar sesame warga masyarakat. Itulah penangkal yang ampuh penyebaran faham radikal, ekstremis dan terorisme,” bebernya.

Menurutnya, tindakan terorisme diawali dengan berfikir radikal yang salah arah atau negative dapat menghasilkan cara pandang yang dekonstruktif, seperti, memandang orang lain berbeda, sehingga dapat menimbulkan sikap yang intoleran.

Disebutkannya sikap melihat orang lain secara intoleran adalah sikap yang jauh dari misi dakwah Islam.

” Dakwah Islam justeru disebar bukan melalui sikap sinis dan intoleran kepada pihak lain, namun dengan cara menunjukkan akhlak yang mulia dalam setiap jengkal lapangan kehidupan. Sikap lemah lembut, tidak berhati kasar adalah kunci sukses dakwah Nabi Muhammad SAW,” ungkapnya.

Pada wisuda 990 lulusan UINSU itu juga dirangkai resmi dengan Dies Natalis ke 46 tahun.

Ke 990 lulusan yang diwisuda tersebut yakni 53 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi, 113 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum, 420 orang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 21 orang Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam.

Selain itu193 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 54 dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS), 25 orang dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), 57 orang dari Fakultas Sains dan Tekhnologi (FST), 54 orang untuk program pascasarjana.

Dengan jumlah wisudawan pada kali ini, UINSU telah mewisuda 48.978 alumni yang kini berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

Rektor menyampaikan, dalam hal penyelesaikan pendidikan mahasiswa, tidak boleh ada mahasiswa UINSU yang gagal melanjutkan kuliah karena kediadaan biaya.

Untuk itu, UINSU berkomitmen memberikan peluang sebesar-besarnya bagi mahasiswa berprestasi atau berlatar belakang ekonomi menengah bahwa untuk mengakses beasiswa baik internasional, nasional dan lokal di UINSU salah satunya adalah beasiswa UPZ.

Dengan begitu, katanya generasi penerus bangsa tetap mendapatkan akses pendidikan tinggi terbaik.

Rektor juga mengingatkan, kepada para wisudawan yang akan terjun dan berkiprah di dunia kerja dapat terus mengibarkan semangat washatiyah, yakni, sikap moderat dalam beragama sebagaimana ajaran yang terdapat di dalam Al-Quran.

“Kita harapkan para lulusan tidak terikut dalam faham-faham kekerasan sembari terus meningkatkan kemampuan literasi dengan terus memupuk semangat belajar, jangan berhenti membaca dan menimba pengetahuan,” pungkasnya. (rm-04)