Medan I rakyatmedan – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) pada 2020 akan lakukan pendataan keluarga.

“Pendataan keluarga ini mencakup seluruh wilayah Indonesia secara sensus yaitu ada 33 provinsi,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Sumut, Temazaro Zega, Senin (25/11/2019).

Disebutkannya pada 2020 mendatang hanya ada 6 provinsi yang melakukan pendataan keluarga secara sensus dalam artinya full atau keseluruhan.

Keenam provinsi ini yaitu Sumut, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku dan DKI Jakarta. Sedangkan 28 provinsi lainnya itu dilakukan secara survei dengan cara sampel.

“Kalau di Sumut langsung sensus tidak menggunakan sampel. Pendataan keluarga ini mencakup aspek keluarga berencana, usia perkawinan, jumlah anak, kesetaraan ber KB hingga kontrasepsi apa yang digunakan,” sebut Temazaro.

Dalam sensus ini, sebutnya untuk Sumut sekira 24.609.210 Kepala Keluarga (KK) yang akan didata. Sedangkan pendataan penduduk dengan cara survei ada sekitar 10.817.974.

“Saat ini data yang ada dalam sistem statistik kita di perkirakan jumlah KK di Sumut sekitar 3.073.307 namun nanti harus dilihat dulu dari hasil yang nyata akan dilakukan setelah pendataan,” ungkapnya.

Metode yang digunakan, lanjutnya menggunakan metode sensus dan survei namun di Sumut menggunakan data sensus artinya menggunakan keseluruhan pada KK yang ada untuk di data.

Menurutnya untuk pelaksanaannya tentu ada proses yang dilakukan. Dalam minggu ini ada lima sampai enam petugas dikirim belajar tentang pelaksanaan rapat koordinasi tentang pendataan keluarga di Indonesia dan khususnya di Sumut pada 2020 mendatang

Sedangkan untuk pendataan ada yang menggunakan formulir dan juga menggunakan smartphone. Formulir ada sekitar 40% diisi langsung yang dikerjakan di balai lingkungan.

Disisi lain ada 40% yang diisi langsung dengan smartphone yang dilakukan para kader yang melakukan pendataan di lapangan.

“Pendataan ini tentunya bertujuan untuk mendapatkan data satu pintu. Sehingga baik data di BPS, Dukcapil dan di BKKBN tidak ada perbedaan semuanya sama,” pungkasnya. (rm-04)