Jakarta | rakyatmedan – PSSI terus mematangkan rencana implementasi penggunaan Video Assistant Referee (VAR) untuk kompetisi Liga 1. Terkait dengan hal ini, PSSI menggelar pertemuan dengan IFAB yang diselenggarakan di Jakarta,  Kamis (28/11/2019).

Dalam pertemuan ini, PSSI diwakili Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria yang didampingi Kepala Departemen Perwasitan, Efraim Ferdinand. Sementara Wakil IFAB yang hadir, yakni Mr. David Elleray, Technical Director IFAB.

“Sesuai arahan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan yang saat ini sedang berada di Manila mendampingi team Garuda di Sea Games 30th 2019, implementasi VAR harus terus dimatangkan. Hari ini kita mengadakan pertemuan dengan IFAB untuk membahas prosedur dan kebijakan penerapan VAR,” kata Tisha.

IFAB merupakan badan yang memiliki otorisasi penerapan VAR dalam Law of The Game.

“Jadi dalam implementasi VAR persetujuan akan dari IFAB. Selanjutnya FIFA hanya akan menyetujui begitu IFAB memberikan lampu hijau,” jelas Tisha.

Ditambahkan, setelah meeting ini akan ada kick off meeting dengan FIFA, IFAB dan PSSI mengenai teknis dan pathway implementasi VAR di 2021. Persiapan akan dimulai dari training SDM, penerapan teknologi, survey stadion, sampai time plan menuju 2021.

Menurut Tisha, dalam tahapan implementasi VAR, maka PSSI akan melewati enam tahapan besar yakni, perencanaan, persiapan, offline, line (non competition), persetujuan dan live competition.

Sebelumnya, pada bulan Juli lalu, PSSI juga telah berkunjung ke Thailand dan dibantu Federasi Sepakbola Thailand (FAT) untuk mengobservasi semua hal terkait implementasi VAR di Thai League 1.

Hal penting yang harus menjadi perhatian dalam pengimplementasian VAR antara lain Communication, VAR Development, Technology Consideration and Preparation, Project Management, Finance, Monitoring, Legal, dan Edukasi harus terpenuhi dengan baik dalam rangka mendapatkan approval dari IFAB/FIFA akan pengimplementasian VAR.

Dari sisi prosedur PSSI ke IFAB/ FIFA maka waktu dalam hal mulai dari perencanaan hingga approval membutuhkan 9-12 bulan dalam 5 tahapan prosedur yang meliputi; Tahap 1: Initial consideration yang saat ini sedang terjadi antara IFAB dan PSSI sekitar (1,5 – 3 bulan). Tahap 2: VAR agreement (1 – 2 bulan), Tahap 3: Preparation and Training (6 bulan), Tahap 4: Approval (1 bulan) dan Tahap 5: Monitoring.

Ketua Umum PSSI menegaskan, implementasi VAR adalah salah satu upaya PSSI untuk membenahi dan meningkatkan kualitas kompetisi.

“Kita ingin menaikkan level kompetisi kita. Implementasi VAR adalah salah satu cara. Tentu saja kita juga akan terus meningkatkan kuantitas dan kualitas sumber daya wasit di Indonesia untuk kita dorong mendapatkan lisensi AFC dan FIFA,” kata Iriawan.

Metode Video Assistant Referee (VAR) merupakan metode baru yang pertama kali diimplemantasikan FIFA pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Dalam penerapannya, tidak semua pelanggaran memerlukan bantuan VAR. Kalau wasit merasa pelanggaran yang terjadi sudah dianggap jelas dan yakin dengan keputusan yang diambilnya, VAR tidak diperlukan lagi.

VAR digunakan manakala wasit merasa ada kejanggalan dalam pengambilan keputusannya. Wasit kemudian berkomunikasi melalui sistem cek ke VAR. Setelah itu baru ditampilkan tayangan ulang VAR. Bukan permintaan pemain atau tim, tapi langsung keputusan wasit. VAR – minimum interference maximum impact, dan tidak untuk referring the game.