Medan I rakyatmedan – Atas pencapaian dalam melaksanakan lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman, dan ramah lingkungan, PGN mendapatkan apresiasi
penghargaan keselamatan migas 2019 dari Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementeri

Penghargaan tersebut dalam kategori “Tanpa Kehilangan Jam Kerja Sebagai Akibat Kecelakaan” dan “Manajemen Keselamatan Migas”.

“Ini merupakan capaian luar biasa bagi PGN. Upaya yang selama ini dioptimalkan PGN dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat, ternyata membuahkan hasil membanggakan,” ungkap Rachmat Hutama, Sekretaris Perusahaan PGN dalam keterangan tertulis diterima rakyatmedan, Kamis (28/11/2019).

Disebutkannya, penghargaan diserahkan Plt. Dirjen Migas Djoko Siswanto di Grand Ballroom Hotel JS Luwansa, Jakarta

Tak tanggung-tanggung, PGN Group mampu menyabet sejumlah penghargaan, yakni Gas Distribution Management Regional I mendapatkan penghargaan Patra Karya dan Adinugraha

Kemudian, Gas Transportation Management, Gas Distribution Management Regional II & III mendapatkan prnghargaan Karya Utama. Kemudian, Project Management Office mendapatkan penghargaan Karya Madya dan Unit Layanan Jargas mendapatkan penghargaan Karya Pratama.

Sementara Anak Perusahaan PGN yang mendapatkan penghargaan, sebagai berikut, PT Pertagas mendapatkan penghargaan Patra Karya untuk Pertagas Wilayah Timur, penghargaan Adinugraha untuk Pertagas Wilayah Timur, penghargaan Karya Utama untuk Pertagas Wilayah Barat, dan pengharaan Karya Utama untuk Pertamina Gas Project Management.

Selanjutnya, PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) mendapatkan penghargaan Adinugraha. PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) mendapatkan penghargaan Karya Utama.

Kemudian, PT Perta Arun Gas, PT Perta Samtan Gas & Saka Indonesia Pangkah Ltd. mendapatkan penghargaan Karya Madya, serta PT Gagas Energi Indonesia mendapatkan penghargaan Karya Pratama.

Dengan lingkungan kerja yang sehat dan aman, diharapkan dapat menyokong upaya PGN dalam melaksanakan perannya sebagai Subholding Gas Bumi secara berkelanjutan.

Di satu sisi, diharapkan dapat menuntun PGN untuk mencapai target-target pembangunan dan pengembangan infrastruktur kedepannya.

Redy Ferryanto selaku Direktur Infrastruktur dan Teknologi menuturkan, PGN sebagai Subholding Gas di Indonesia, dalam menjalankan perannya berkomitmen untuk terus memperhatikan keselamatan kerja.

Menurutnya hal ini dilakukan demi berjalannya operasional yang baik dan optimal.

“PGN fokus untuk menyalurkan energi alternatif yang ramah lingkungan, maka keselamatan dan kesehatan kerja juga menjadi hal yang utama,” ujarnya.

Dia menyatakan penting bagi PGN untuk patuh terhadap peraturan dan undang-undang dalam bidang K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan kredibilitas PGN, selain untuk memastikan keselamatan serta kesehatan setiap insan PGN.

Karena itu, kata Redy, PGN melakukan sertifikasi pada bidang yang dibutuhkan, termasuk sertifikasi OHSAS 18001: 2007 dan SMK3 yang mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2012 di kantor pusat dan seluruh unit serta proyek.

PGN selalu berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman, dan ramah lingkungan di seluruh wilayah pengelolaan usaha perusahaan, demi menjamin keselamatan pekerja, asset perusahaan dan lingkungan.

Termasuk Entitas Anak dan Joint Ventures yang berada dibawah kendali PGN, serta penyedia barang/ jasa yang bekerja atas nama PGN.

Dalam pelakasanaannya, PGN menerapkan sistem manajemen HSSE yang berkesinambungan dengan mencanangkan Target Kinerja “Zero Tolerance”.

Disebutkannya, Zero Tolerance itu terhadap Kecelakaan yang menghilangkan hari kerja, terhadap kegagalan operasional/ major property damage, terhadap major gangguan keamanan terhadap aset dan terhadap pencemaran lingkungan.

Dengan segala upaya preventif dan proaktif dalam menjalankan sistem manajemen HSSE, hingga sekarang Target Kinerja “Zero Tolerance” tetap tercapai dengan pencatatan 0 (nol) kejadian terhadap kecelakaan kerja.

Sementara jumlah jam kerja selamat PGN per Januari hingga Oktober 2019 sebanyak 8,4 juta jam.

PGN memiliki unit-unit pengelolaan K3 pada tingkat operasional yang melekat dan satuan kerja, serta membentuk komite di tingkat direksi, direktorat, business unit, proyek dan anak perusahaan seperti: Executive Central Safety Committee (ECSC) di tingkat direksi, Central Safety Committee (CSC) di tingkat direktorat, business unit dan proyek serta anak perusahaan.

Dengan demikian, diharapkan bahwa kebijakan strategis, implementasi serta kegiatan K3 dapat dilaksanakan dengan baik dan menyeluruh, baik pada setiap pekerja maupun mitra kerja PGN.

Baru-baru ini, PGN melakukan Risk Management Fundamentals ISO 3001:2018 dan Integrated Assessment HSSE PERTAMINA.

Dengan demikian, PGN terus melakukan upaya untuk mempertajam manajemen risiko dan keselamatan kerja yang berkelanjutan sinergis dengan kebijakan dan komitmen Holding Migas.

HSSE PGN juga secara periodik melakukan edukasi kesehatan, seminar dan workshop Kesehatan Kerja.

“Mewakili PGN, Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung komitmen Zero Tolerance PGN untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman,” tutup Redy. (rm-04)