Head Marketing & Medical Tourism, IJN Malaysia, Akim Affandi Ahmad saat memaparkan keberadaan IJN sebagai rumahsakit yang telah menangani para penderita jantung dari berbagai negara.
Head Marketing & Medical Tourism, IJN Malaysia, Akim Affandi Ahmad saat memaparkan keberadaan IJN sebagai rumahsakit yang telah menangani para penderita jantung dari berbagai negara.

Medan I rakyatmedan-Pentingnya meningkatkan layanan kesehatan bagi pasien, Institut Jantung Negara (IJN) Malaysia menawarkan  pelayanan secara terpadu dengan sistem one stop centre.

“Dengan sistem ini pasien akan ditangani secara khusus. Pasalnya, penyakit jantung itu memiliki jenis-jenis yang berbeda,” kata Head Marketing & Medical Tourism, IJN Malaysia, Akim Affandi Ahmad, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya dokter ahli jantung memang tahu semua, tapi tidak khusus pada satu penyakit itu. Jika demikian, kemungkinan kesembuhan pasien tidak akan menyeluruh. Ini membuat pasien bakal bolak-balik datang ke rumah sakit.

“Karena itu dokter di IJN memiliki pengetahuan khusus sesuai dengan jenis penyakit yang diderita pasiennya,” ungkap
Akim didampingi Country Manager Marketing & Medical Tourism Muhammad Hizami Aizat

Disebutkannya jenis penyakit jantung itu berbeda. Ada arteri koroner yang merupakan jenis paling umum dari penyakit jantung akibat akumulasi lemak.

Kemudian penyakit otot jantung, katup jantung, gagal jantung, penyakit jantung bawaan, trachycardia, gangguan serebrovaskular, dan jenis lainnya.

“Untuk meningkatkan pelayanan itulah kami menawarkan sistem one stop centre,” beber Akim saat berbicara pada bincang sehat bersama IJN & Prudential di Hotel Santika Dyandra Medan, Sabtu (30/11/2019) malam.

Pada bincang sehat mengangkat topik pengenalan dan penanganan jantung itu juga membahas diabetes dengan menghadirkan pakar jantung di IJN Dr Mohd Saad, dan pakar diabetes Ms. Siah Guan.

IJN, kata Akim, merupakan rumah sakit jantung terbesar di Malaysia dan Asia Pasifik. Setidaknya, terdapat 120 dokter yang akan menangani pasien jantung dengan diagnosis berbeda-beda.

“Setiap bagian jantung ada dokternya sendiri. Setelah konsultasi, barulah bisa diketahui apa solusinya. Pemeriksaannya lebih detail,” kata Akim.

Untuk penanganan perawatannya, selain dibutuhkan dokter spesialis berpengalaman juga rumah sakit tersebut harus memiliki fasilitas yang lengkap.

IJN yang berdiri sejak 1992 itu komit memberikan pelayanan standar tinggi dalam pengobatan bagi pasien jantung dewasa dan anak-anak.

Beberapa fasilitas yang ada di IJN antara lain layanan non-invasive jantung & ruang operasi jantung sebanyak 9 ruang, Pusat Pelayanan Pasien Internasional, layanan fisioterapi & rehabilitasi, farmasi,  bank darah dan lainnya.

Bahkan kata Akim, IJN juga
sudah memiliki fasilitas komplit sebagai sebuah rumah sakit yang dituntut kurang lebih harus seperti ‘mall’.

Di IJN bukan hanya menangani pasien, tapi juga beri pelayanan lebih baik kepada keluarga pasien berupa kenyamanan fasilitas.

Selain memiliki restoran yang menjual makanan sehat, di IJN ada layanan laundry, menyediakan asrama dan ada sauna.

“Semuanya ada disitu. Pasien dan juga keluarga maunya cepat, aman dan nyaman. IJN bisa beri semua itu dalam layanan satu atap atau one stop centre,” tukasnya.

Akim menambahkan
rumah sakit milik pemerintah ini juga menyediakan pelatihan bagi dokter dan perawat dengan
track record yang baik dari pasien-pasien asal Indonesia.

“Dari keseluruhan pasien internasional, paling banyak berasal dari Indonesia. Setidaknya pada 2018 sekira 7 ribu pasien yang datang khusus untuk operasi saja,” ungkap Akim

Jumlah itu belum lagi yang datang untuk jenis perobatan selain operasi. Jadi total pasien asal Indonesia yang berobat ke IJN sekira 8 hingga 9 ribu orang per tahunnya

Khusus untuk Medan dan Sumut, ternyata Medan adalah kota kedua terbanyak jumlah pasien, sekira 2 ribu orang datang ke IJN setelah Jakarta.

Banyaknya pasien dari negara tetangga dan juga Sumatera ini diakui Akim karena pihaknya memberikan sejumlah kemudahan. Diantaranya ialah pilihan opsi kedua bagi pasien penyakit jantung.

Dijelaskannya, IJN bisa menjadi second opinion bagi pasien. Maksudnya, apabila seorang penderita penyakit jantung diharuskan operasi oleh rumah sakit lain, maka bisa dikonsultasi dengan dokter di IJN.

“Bisa jadi, vonis yang awalnya harus dioperasi, di IJN pasien tersebut tidak akan dibedah. Kami akan cek kemauan dan kondisi pasien, barulah kasi opsi apa yang bisa dilakukan. Bukan pasien serta merta menuruti saja kata dokter,” ujarnya.

Tidak hanya menawarkan opsi kedua, Akim juga mengklaim IJN memiliki keunggulan yang layak dipertimbangkan bagi pasien jantung untuk berobat. Diantaranya, kerja sama dengan asuransi dan sejumlah rumah sakit di Indonesia, serta harga relatif terjangkau.

“IJN itu punya pemerintah Malaysia, karena itu harganya relatif terjangkau. Jadi, pasien-pasien di Sumatera bisa konsultasi dengan perwakilan IJN di wilayahnya masing-masing, kemudian kalau diperlukan bisa dirujuk ke IJN Malaysia dan kami siap menjeput dari bandara langsung menuju IJN,” tuturnya.

Untuk mempermudah proses transaksi pembayaran biaya perobatan, IJN Malaysia juga menjalin kerjasama dengan Bank Mandiri.

Dengan demikian bagi penderita penyakit jantung yang menjalani perawatan medis bisa menggunakan Mandiri kartu kredit atau transfer dana langsung ke rekening IJN.

Sementara itu pada bincang sehat, pakar jantung di IJN, Dr Mohd Saad dalam paparannya membagi empat tips hindari penyakit jantung.

Menurutnya seseorang itu perlu pantau hipertensi dan kolestrol, olahraga, jaga lifestyle, dan pantau berat badan.

Sedangkan pakar diabetes Ms. Siah Guan menyatakan pengidap diabetes 4 kali resiko sakit jantung.

Sedangkan dari asuransi Prudential menyatakan pihaknya turut berkomitmen agar masyarakat menjadi sehat.
Semakin banyak penyakit mematikan yang muncul, termasuk penyakit jantung, melatarbelakangi Prudential bekerjasama dengan IJN. ( rm -04)