Unimed Tampung 7.000 Mahasiswa Baru 2020

140648

Medan I rakyatmedan – Penerimaan mahasiswa baru Universitas Negeri Medan (Unimed) pada 2020 disediakan kuota 7.000 dari berbagai program studi.

Kuota tersebut diperuntuk kan pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan Mandiri.

“Dari ketiga jalur itu kita bagi persentasenya. Untuk SNMPTN minimum 20%, SBMPTN 40% dan Mandiri maksimum 30%,” kata Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom SKM MKes di ruang Biro Rektor Unimed, Jalan Willem Iskandar Medan, Rabu (04/12/2019).

Rektor didampingi Ketua panitia Dr Restu MS (Wakil Rektor l) Wakil Ketua Prof Drs Manihar Situmorang MSc PhD (Wakil Rektor IV) Sekretaris Prof Dr Sahat Siagian MPd (Wakil Rektor Ill) Bendahara Dr Martina Restuati MSi (Wakil Rektor ll) menyebutkan, penerimaan mahasiswa baru PTN 2020 dikelola Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Dijelaskannya pada UTBK berlangsung selama satu minggu dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) yang dilaksanakan di 74 Pusat UTBK PTN.

Sedangkan pada 2019 UTBK dilakukan 12 sesi dan dilaksanakan boleh dengan PTS dan sekolah Mitra. Namun pada 2020 UTBK hanya dilaksanakan di PTN.

Peserta UTBK hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikutinya (Saintek, Soshum dan Campuran).

“UTBK hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru 2020 dan hasilnya akan diberikan pada peserta secara individu,” bebernya.

Syamsul juga menyebutkan bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu lndonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (ADik) yang dapat dilihat pada laman : hiip://kip kuliah komdlkbud go.id dan https/ladik. kemdikbud. go. id.

Rektor juga mengatakan. Pada pelaksanaan SNMPTN, UTBK dan SBMPTN 2020 terdapat perubahan.

Untuk pemeringkatan siswa pada PDSS dilakukan sekolah, yang pada 2019 dilakukan LTMPT.

Berkaitan pemeringkatan siswa, kata Syamsul sekolah dapat menambah kriteria lain berupa prestasi akademik dalam menentukan peringkat siswa bila ada nilai yang sama.

Peserta UTBK boleh memilih kelompok tes saintek, soshum dengan biaya masing- masing Rp200 ribu dan campuran Rp300.000.

Lebih lanjut dijelaskannya, terkait adanya kebijakan Single Sgn On (830) yang merupakan tahap awal dari pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SNMPTN 2020.

Setiap peserta wajib registrasi akun melalui laman: http://portal.Itmpt.ac.id. Hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru 2020.

Untuk peningkatan kualitas proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi (PT), kata rektor telah menjadi kebutuhan dan kebijakan nasional.

Upaya peningkatan kualitas proses seleksi berdasarkan semangat untuk mendapatkan in take calon mahasiswa mengacu kepada kemampuan potensi calon mahasiswa melalui proses seleksi yang proposional dan berkeadilan.

Model dan proses seleksi calon mahasiswa baru masuk PTN dikembangkan sesuai perkembangan teknologi informasi, teknologi cyber, dan era digitalisasi serta tuntutan masyarakat terhadap out put pendidikan tinggi yang kompeten.

Selain itu, masyarakat membutuhkan model tes dan seleksi calon mahasiswa baru yang mengacu pada prinsip-prinsip kenyamanan, fleksibilitas, dan kualitas.

Upaya merespon kebutuhan terhadap peningkatan kualitas, kata Syamsul maka proses seleksi penerimaan mahasiswa baru dilakukan berupa tes yang mampu memprediksi kemampuan calon mahasiswa untuk bisa menyelesaikan belajar di perguruan tinggi, tes kompetensi yang akan melanjutkan di program studi tertentu dan pentingnya Iembaga permanen yang melaksanakan tes terstandar secara nasional

“Untuk itu diperlukan lembaga yang dapat memfasilitasi peiaksanaan tes secara berkelanjutan,” ucapnya.

Menurutnya pembentukan lembaga tersebut perlu dirancang secara seksama meliputi analisis situasi secara global maupun nasional, penyusunan road map lembaga sesuai fungsinya dan perundangan yang berlaku.

Selain itu identifikasi sumberdaya yang diperlukan, penyusunan instrumen tes yang handal dan siap pakai, hingga kelembagaan yang tepat, kredibel, proporsional, efisien dan efektif. (rm-04)