Ujian Nasional Dihapus Tahun 2021, Ini Penjelasan Mendikbud 

127568

Jakarta | rakyatmedan – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menerbitkan kebijakan baru ‘Merdeka Belajar’. Salah satu poin wujudnya adalah penghapusan ujian nasional (UN) mulai 2021.

Pada 2021, UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

“Yang terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter,” jelas Nadiem di kantor Kemendikbud, Rabu (11/12/2019).

Nadiem menjelaskan, pelaksanaan ujian tersebut akan dilakukan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah (misalnya kelas 4, 8, 11), sehingga dapat mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

Hasil ujian tersebut, diungkapkan Nadiem, tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya. Selain soal UN, kebijakan baru Mendikbud Nadiem Makarim juga mengubah mekanisme penyelenggaraan USBN.

Pada 2020, USBN akan diterapkan dengan ujian yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif.

“Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN sendiri dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran,” tutur Nadiem.

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan, kebijakan baru ini dikeluarkan sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo yang ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia.